BNPB Catat 28 Bencana Alam dalam Dua Hari, 185 Rumah Terdampak

Jakarta, Neropong.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total 28 kejadian bencana alam di seluruh wilayah Indonesia sebanyak 185 unit rumah terdampak.

Dari jumlah data tersebut datang dari pemantauan Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) dari 17 sampai 18 Febuari 2026 pukul 07.00 WIB.

Data itu juga termasuk dalam kategori terbaru bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

“Peristiwa ini berdampak pada sekitar 185 kepala keluarga yang masih dalam oendataan dengan 66 jiwa megungsi,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan resmi dikutip pada Rabu, 18 Febuari 2026.

Tim gabungan BNPB melakukan pendampingan, sedangkan akses lajur Sipange megarah ke Aek Garut belum bisa dilintasi akibat longsor pada 11 Febuari kemarin.

“Status penanganan berada pada masa Transisi Darurat ke Pemulihan hungga 30 Maret 2026,” ucap dia.

Berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang masih berpeluang terjadi hingga 21 Februari 2026, khususnya di wilayah Pulau Jawa.

Keadaan ini meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.

“Sebagaimana yang terjadi di wilayah kabupaten/kota di Pulau Jawa, potensi hujan lebat yang disertai kilat dan angin kencang telah memicu banjir, longsor pada tebing yang jenuh air, kerusakan infrastruktur, hingga gangguan transportasi dan kelistrikan,” papar dia.

Menyikapi prakiraan cuaca dan potensi dampak bencana hidrometeorologi basah, BNPB mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan melalui optimalisasi posko siaga, pemantauan debit sungai, waduk, dan tanggul, serta pengawasan wilayah lereng rawan longsor.

“Penyebarluasan informasi peringatan dini, simulasi evakuasi, serta kesiapan personel dan peralatan menjadi langkah krusial dalam mengurangi risiko korban jiwa dan kerugian material,” pungkasnya.

Sebagai bentuk upaya pencegahan dan penanganan darurat terpadu, BNPB terus melakukan koordinasi dan pendampingan kepada pemerintah daerah guna memastikan seluruh rangkaian upaya tersebut dapat dilakukan semaksimal mungkin. []

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *