Tim UAR NTT Petakan Dampak Gempa di Manggarai Timur dan Salurkan Bantuan Pengungsi

Manggarai Timur | NEROPONG.COM -Tim Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) Korwil Nusa Tenggara Timur (NTT) terus melakukan asesmen dan pemetaan (meping) wilayah terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Flores. Pada Rabu 19 Agustus 2026 tim melakukan pemetaan di wilayah Borong, ibu kota Kabupaten Manggarai Timur, serta Dusun Waso, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara.

Asesmen lapangan dilakukan oleh dua personel UAR, yakni Mahmud Nolowala dan Ihsan Annuha. Hasil pemetaan menunjukkan kondisi kerusakan yang cukup parah di Dusun Waso, Desa Satar Kampas, Kec. Lamba Leda Utara. Sekitar 99 persen rumah warga mengalami kerusakan berat hingga hancur total.

“Selain rumah warga, satu unit masjid di Dusun Waso juga mengalami kerusakan berat hingga rubuh rata dengan tanah. Para warga mengungsi ke tempat yang lebih aman dan bermalam di tenda-tenda darurat, baik yang dibangun secara swadaya maupun dengan bantuan pihak lain,” kata Mahmud Nolowala dalam laporan via whatsapp, Rabu 19 Agustus 2026.

Hasil pendataan sementara di lapangan, terdapat 238 KK yang terdampak. Namun, data jumlah jiwa masih dalam proses pendataan dan verifikasi. Dari dua titik pengungsian, Posko Bagian Barat tercatat menampung 157 KK dengan 138 jiwa, sedangkan Posko Bagian Timur tercatat 81 KK dengan data jiwa yang masih dalam proses verifikasi.

Tim UAR juga mencatat gempa susulan masih terjadi setiap hari. Sementara itu, akses warga di wilayah terdampak masih sangat terbatas sehingga kebutuhan dasar menjadi salah satu perhatian utama.

“Di wilayah Borong, aktivitas masyarakat pada siang hari secara umum mulai berjalan normal. Namun, gempa susulan yang masih terjadi membuat mayoritas warga memilih bermalam di posko pengungsian yang disediakan pemerintah maupun posko mandiri,” kata Mahmud.

Salurkan Bantuan

Pada Rabu (19/8), Tim UAR Korwil NTT juga menyalurkan bantuan kepada warga terdampak yang berada di tenda pengungsian Kecamatan Borong. Bantuan yang disalurkan berupa dua dus mi instan dan satu rak telur ayam. Relawan UAR juga menghimpun baju-baju layak pakai dari masyarakat bersama para guru Madrasah Aliyah (MA) Al Hidayah Borong untuk disalurkan ke lokasi bencana di Dusun Waso.

“Kami dari Ukhuwah Al-Fatah Rescue NTT dititipi oleh beberapa donatur yang tidak mau disebutkan namanya untuk menyalurkan bantuan ala kadarnya kepada para pengungsi di Kecamatan Borong, Manggarai Timur. Semoga manfaat untuk bapak, ibu dan anak-anak,” ujar Mahmud Nowala didampingi Ihsan Annuha dalam dalam laporan vidionya.

Kedua relawan tersebut merupakan bagian dari tim UAR Nusa Tenggara Timur yang saat ini berada di Maumere. Mahmud dan Ihsan mendapat tugas dari Ketua Korwil NTT Daud Masang untuk menyantuni para korban gempa di tenda-tenda pengungsian sembil melakukan assessment di lokasi bencana.

Tim juga berkoordinasi dengan relawan lokal untuk melakukan pemetaan titik penyaluran bantuan sekaligus mendata kebutuhan warga di Dusun Waso. Hasil pemetaan menunjukkan sejumlah kebutuhan mendesak, antara lain mie instan, telur, air minum, pakaian layak pakai, susu bayi, popok, serta perlengkapan ibadah.

Sementara itu Tim UAR lain yang terdiri Daud Masang (Ketua UAR Korwil NTT), Muhammad Mustofa, Muslih Ma’mun dan Abdurrahman Hisbullah, Rabu pagi hingga sore, melakukan rapat koordinasi dengan dinas sosial dan memberikan layanan dukungan psikososial (LDP) terhadap para korban bencana gempa bumi di Posko Gelora Samador.

UAR Korwil NTT berkomitmen untuk terus hadir bersama masyarakat dalam masa tanggap darurat dengan semangat kemanusiaan dan kemaslahatan umat dengan slogan Taqwa-Tanggap-Tangguh. [AM]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *