Amirah Gold Gelar Nonton Bareng Film Hayya 3, Aksi Nyata Untuk Gaza

Jakarta, Neropong.com – Perusahaan yang bergerak di bidang trading logam mulia, Amirah Gold mengadakan nonton bareng film Hayya 3: Gaza bersama 100 anak muda hingga para orang tua.

Hayya 3 : Gaza merupakan sebuah film drama keluarga yang mengangkat isu genosida yang sedang terjadi di Gaza, Palestina.

Bacaan Lainnya

Film ini merupakan bagian dari seri trilogi Hayya, diteruskan lewat Gaza Hayya 3, yang disutradarai oleh Jastis Arimba dan diproduseri oleh Asma Nadia, Helvy Tiana Rosa, dan Erick Yusuf.

Mengisahkan Abdullah “Gaza”, bocah yatim piatu berusia delapan tahun yang sang ayah, seorang relawan kemanusiaan, gugur usai membantu warga Palestina.

Di panti asuhan, Gaza bertemu dengan Hayya, gadis kecil asal Palestina yang terdampak langsung konflik. Film ini dirilis di bioskop Indonesia pada 12 Juni 2025.

Acara nobar yang digagas Amirah Gold ini sukses menggugah rasa empati penonton. Film berdurasi sekitar 96 menit ini tidak hanya menghibur, tapi juga menjadi medium literasi visual tentang penderitaan warga Gaza akibat genosida.

Menurut produser Asma Nadia, trilogi ini menjadi “film keluarga yang sekaligus memberi arti dan menyuarakan kepedulian terhadap Palestina” dan 40 persen keuntungan tiket akan didonasikan untuk rakyat Gaza.

Maryanto, CEO Amirah Gold mengatakan, bahwa karya seni adalah salah satu cara untuk berjuang membebaskan Palestina yang dijajah.

“Genosida yang dilakukan sistematis oleh entitas Zionis saat ini berhasil membuat penduduk Gaza kelaparan, meninggal dan terkena berbagai penyakit, tanpa bantuan medis dan kemanusiaan karena diblokir oleh Zionis,” kata Maryanto dalam konferensi pers di Depok, Jumat 14 Juni 2025.

“Melalui seni dan cerita seperti Hayya 3: Gaza, kita tidak hanya mengangkat kesadaran publik, tetapi juga menyalakan api solidaritas untuk melawan genosida terhadap saudara kita di Palestina,” katanya.

“Ini adalah panggilan untuk dunia bahwa kemerdekaan dan keadilan harus diraih lewat setiap karya, tidak hanya aksi langsung,” tuturnya.

Menurut Maryanto, film menyentuh seperti ini mampu menyentak hati, membuka dialog, dan memberi kekuatan bagi upaya membebaskan Palestina dengan cara yang humanis dan kreatif.

“Kami dari pelaku industri sangat mendukung jika ke depannya ada lagi produsen-produsen yang berkenan membuat film bertema Palestina,” ujarnya.

Masyarakat Indonesia, khususnya pengusaha, UMKM, memiliki idealisme yang kokoh tentang Palestina.

“Kami ingin sekali melihat Palestina merdeka, dan Masjid Al Aqsa bebas kembali dari entitas yang mengotorinya,” tuturnya.

Film ini bukan sekadar tontonan, tapi medium perjuangan. Disutradarai Jastis Arimba dan diproduksi dengan dukungan berbagai LSM seperti AQL, Friends of Palestine, serta NGO kemanusiaan lainnya.

Selain itu, kolaborasi lintas aktor—Cut Syifa, Oki Setiana Dewi, Amna Shahab, Azamy Syauqi, dan lainnya—menguatkan pesan kemanusiaan dan solidaritas global.

“Kegiatan nobar ini bukan sekadar hiburan, tapi bentuk nyata solidaritas untuk lawan genosida di Palestina,” katanya.

“Seni dapat menjadi senjata yang menggetarkan dan menyentuh, menghubungkan pemirsa dengan realitas penderitaan serta menginspirasi aksi kemanusiaan global melalui karya,” tutup Maryanto.

Kegiatan Nonton Bareng ini dihadiri juga oleh cendekiawan muda Akmal Sjafril dan pemeran utamanya Azamy Syauqni. []

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *