ACEH TAMIANG – Lembaga kemanusiaan Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) secara resmi mengakhiri rangkaian giat respon bencana di Sumatera dengan menggelar Tabligh Akbar di Masjid Darul Mukhlisin, Desa Tanjung Karang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Ahad 1 Februari 2026.
Tabligh Akbar yang mengusung tema “Umat Islam Bersaudara, Bersatu dalam Suka dan Duka” ini menjadi puncak sekaligus momentum syukur atas selesainya misi kemanusiaan UAR yang sejak akhir November 2025 aktif membantu masyarakat terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Aceh Tamiang diwakili Sekda Drs. Syuibun Anwar, unsur Forkopimda, tokoh ulama, pimpinan pondok pesantren dan dayah, pimpinan ormas Islam, relawan kemanusiaan, serta ribuan masyarakat yang datang dari Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Timur dan Tanjung Pura.
Sejumlah tokoh turut mengisi tabligh akbar, di antaranya Dr. Kader Munir, M.Pd, selaku Pembina Pondok Pesantren Al-Fatah Wilayah Sumatera Utara dan Aceh, Agus Sudarmaji, M.Si., selaku Pembina UAR, Iman Suheri, S.STP., M.SP. selaku Kalaksa BPBD Aceh Tamiang, Ketua MPU Aceh Tamiang H. Syahrizal Darwis, M.A., serta Mudir Pondok Pesantren Darul Mukhlisin Ust. Mulkana, Lc.
Ketua Umum UAR H. Endang Sudrajat, S.T., M.T. dalam sambutannya menegaskan bahwa tabligh akbar ini bukan sekadar seremoni penutupan misi, tetapi menjadi ajang refleksi dan penguatan ukhuwah Islamiyah antara relawan dan masyarakat.
“Tabligh Akbar ini adalah momentum syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sekaligus penguatan persaudaraan. Melalui tema Umat Islam Bersaudara, Bersatu dalam Suka dan Duka, kami ingin menegaskan bahwa kepedulian dan kebersamaan harus terus terjaga, terutama setelah masa-masa sulit akibat bencana,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa sejak akhir November 2025 hingga 31 Januari 2026 UAR telah melaksanakan berbagai kegiatan respon bencana, mulai dari operasi pencarian dan pertolongan (SAR) bersama Basarnas dan potensi SAR gabungan, distribusi bantuan logistik pangan dan nonpangan, pembersihan lumpur di rumah warga dan fasilitas ibadah, pondok pesantren, hingga layanan kesehatan alternatif dan penguatan mental spiritual penyintas.
“Seluruh rangkaian kegiatan tersebut tentu tidak lepas dari berbagai kendala dan tantangan, seperti keterbatasan akses lokasi, kondisi cuaca yang tidak menentu, luasnya wilayah terdampak, serta keterbatasan sarana dan logistik. Namun berkat sinergi, kerja sama, dan semangat kebersamaan, tantangan tersebut dapat kami lalui bersama,” kata Endang Sudrajat.
Oleh karenanya, Ketua Umum UAR menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini, baik dari unsur pemerintah, BNPB, BPBD, BASARNAS, mitra lembaga kemanusiaan, para donatur, relawan, serta masyarakat yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan kepada Ukhuwah Al-Fatah Rescue.
Endang Sudrajat juga menyampaikan bahwa sebagai bagian dari program pemulihan pasca bencana, Tim Relawan UAR juga telah membangun delapan unit hunian sementara (huntara) di sejumlah wilayah terdampak di Sumatera, seperti di Aceh Tamiang, Takengon, Bener Meriah dan Tanjung Pura untuk membantu warga menjalani masa transisi setelah mengalami musibah dengan lebih layak dan aman.
Huntara tersebut diserahkan secara simbolis kepada tiga warga penyintas bencana: Zanjuli, Jalimin dan Jainal Abidin oleh Sekda Drs. Syuibun Anwar. Dalam acara ini Ketua Umum UAR juga berkesempatan menyerahkan alat bekam kepada para peserta pelatihan yang diwakili dua penerima. Sementara Mudir Ponpes Darul Mukhlisin menyerahkan sembako kepada dua penyintas bencana.
Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Tamiang pada kesempatan tabligh akbar penutupan misi kemanusiaan ini menyampaikan penghargaan kepada Tim Relawan UAR atas giat respon bencana yang dilakukan selama dua bulan di Sumatera, khususnya di Aceh Tamiang. Piagam Penghargaan diserahkan Sekda Drs. Syuibun Anwar kepada Ketua Umum UAR Endang Sudrajat. Ukhuwah Al-Fatah Rescue juga memberikan cenderamata kepada Bupati Aceh Tamiang.
Mudir Pondok Pesantren Darul Mukhlisin Ust. Mulkana, Lc., dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih dan bersyukur atas kehadiran Tim Relawan Ukhuwah Al-Fatah Rescue di Aceh Tamiang yang juga beramal sholih membersihkan Pondok Pesantren Darul Mukhlisin dari lumpur dan sampah kayu yang dibawa banjir sehingga dapat berfungsi kembali sebagai tempat ibadah, pendidikan dan dakwah.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih, jazakallahu khairan kepada tim relawan UAR yang telah membersamai kami dalam berjuang untuk bangkit kembali dari keadaan bersabar menerima musibah dari Allah subahanahu wa ta’ala. Teruslah berbuat yang memberikan rahmat bagi sesama. Berkah selalu untuk relawan UAR,” ujar Ustadz Mulkana.
Sebelumnya, Sekda Kabupaten Aceh Tamiang Drs. Syuibun Anwar mewakili Bupati menyampaikan apresiasi atas peran dan kontribusi relawan UAR yang telah hadir membantu masyarakat sejak masa tanggap darurat hingga pemulihan pascabencana. Ia berharap sinergi antara lembaga kemanusiaan dan pemerintah daerah terus diperkuat di masa mendatang.
Selain tabligh akbar, kegiatan penutupan misi ini juga dirangkai dengan pembagian 1.000 paket sembako bagi warga masyarakat dari berbagai wilayah dengan sistim kupon. Layanan bekam gratis juga dilakukan Tim UAR Divisi Kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana. Acara ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan menyongsong bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. [am]






