Jakarta, NEROPONG.COM – Aksi Relawan Mandiri Himpunan Alumni IPB (ARM HA-IPB) mengikuti diskusi kelompok terpumpun atau FGD diselenggarakan oleh Perhimpunan Alumni Pelajar dan Mahasiswa Minang (PAPMM) yang berkerja sama dengan Bidang Pertanian, Kehutanan, Kelautan Ikatan Keluarga Minang (IKM).
Diskusi yang berlangsung di Ruang EDTC- PKSPL IPB Baranangsiang, Bogor, Kamis 21 Mei 2026 itu merupakan forum diskusi strategis yang berorientasi pada pengambilan keputusan (decision-oriented).
Dengan tujuan menghasilkan rekomendasi kebijakan, prioritas program, serta rencana aksi lintas pemangku kepentingan dalam mendukung pemulihan ekonomi, perbaikan infrastruktur, dan penguatan ketahanan masyarakat terdampak bencana di Sumbar.
Tampil sebagai narasumber yaitu Direktur Irigasi Pertanian, Kementan RI, Dr. Liferdi Lukman, S.Pi, M.Si., Direktur Kelautan dan Perikanan di Kementerian PPN/Bappenas, Kang Rahmat Mulianda S.Pi, M.Mar., Kasubdit Pemulihan dan Peningkatan Fasilitas Sosial, Kedeputian Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Ati Setiawati, Fungsional Pengawas Bibit Ternak Direktorat Perbibitan dan Produksi Ternak Kementan RI, Zuljisman, S.Pt., M.Si., dan Ketua Umum ARM HA-IPB, Ir. Ahmad Husein, M.Si. Tampil sebagai pembahas antara lain Sekretaris Bidang Sosial, Unit Wakaf dan Dana Sosial (UWDS) IPB University, Dr. Iyep Komala, S.Pt., M.Si., dan alumni IPB pemuda penggerak lokal di Palembayan, Agam, Iron Maria Edi.
Ketua Umum ARM HA-IPB menyampaikan, beberapa rekomendasi kegiatan pemulihan yang sesuai dengan karakteristik PAPMM sebagai elemen masyarakat di dalam skema manajemen bencana.
Salah satunya adalah membentuk desa-desa binaan sebagai percontohan dengan berbagai program rehabilitasi dan rekonstruksi yang realistik sesuai kemampuan.
Selain itu, ARM HA-IPB menyoroti elemen ‘software’ berupa edukasi serta promosi kesiapsiagaan bencana bagi sekolah, pesantren/madrasah, masjid, dan masyarakat. Hal ini penting agar di masa depan masyarakat Sumbar lebih tangguh menghadapi bencana serupa.






