WQCF Gagas Kebangkitan Keluarga Muslim Berbasis Alquran

Jakarta | NEROPONG.COM – Forum internasional dalam pertemuan World Quranic Civilization Forum (WQCF) 1448 H menggagas pentingnya membangun kembali ketahanan keluarga Muslim dengan menjadikan Alquran sebagai pedoman utama kehidupan.

Kegiatan digelar di Exhibition Hall SMESCO Indonesia, Jakarta Selatan, Selasa 16 Juni 2026, yang menghasilkan gagasan besar peran keluarga sebagai fondasi kebangkitan peradaban.

Pendiri sekaligus Ketua Umum WQCF, Ustaz Bachtiar Nasir, menyampaikan keluarga memiliki posisi strategis dalam menghadapi berbagai tantangan moral dan sosial yang semakin kompleks di era modern.

Menurut Ustaz Bachtiar Nasir atau yang akrab disapa UBN, WQCF hadir sebagai ruang pertemuan para tokoh Alquran dari berbagai negara untuk membangun gerakan peradaban berbasis nilai-nilai Alquran.

“Ini baru permulaan dan kami menganggapnya sebagai pemicu. Persiapannya hanya sekitar dua pekan, tetapi setelah ini kami akan bekerja selama satu tahun penuh untuk menghadirkan forum yang lebih besar dan lebih berdampak,” ujarnya.

UBN menjelaskan, WQCF ke depan akan dikembangkan menjadi agenda internasional tahunan dengan menghadirkan lebih banyak ulama, akademisi, dan pemimpin lembaga pendidikan Islam dunia.

“Tahun ini hanya satu hari. Ke depan kami berharap bisa berlangsung empat hari hingga satu pekan agar manfaatnya lebih terasa dan program-programnya dapat lebih komprehensif,” katanya.

Alquran sebagai Sistem Operasi Keluarga

Mengusung tema “Establishing the Quran as the Operating System of Family”, WQCF 1448 H menyoroti pentingnya menjadikan Alquran bukan hanya sebagai bacaan, tetapi sebagai sistem yang membentuk cara berpikir, karakter, dan kehidupan keluarga.

UBN menilai keluarga menjadi benteng utama dalam menghadapi berbagai persoalan sosial, mulai dari krisis kepemimpinan, perjudian daring, pinjaman online, penyalahgunaan narkoba, hingga degradasi moral akibat perkembangan teknologi dan media sosial.

Ia menegaskan, persoalan tersebut membutuhkan keterlibatan keluarga sebagai institusi pertama dalam membangun nilai dan karakter generasi.

“Kita harus mengaktifkan keluarga, khususnya para pemimpin keluarga. Karena itu kami membangun berbagai gerakan keluarga sebagai upaya memperkuat ketahanan moral bangsa,” ujarnya.

Sebagai bagian dari ikhtiar tersebut, UBN mengembangkan sejumlah gerakan keluarga, di antaranya Komunitas Bunda Hajar bagi para ibu dan Komunitas Ayah Ibrahim bagi para ayah di bawah naungan The Ibrahim Family Academy.

Menurutnya, gerakan ini bukan sekadar program parenting, tetapi langkah membangun kebangkitan keluarga Muslim yang memiliki ketahanan moral dan spiritual.

Alquran Sebagai Panduan Kehidupan

Salah satu hasil penting WQCF 1448 H adalah rekomendasi agar umat Islam menjadikan Alquran sebagai “operating system” dalam kehidupan keluarga.

UBN menyebut, selama ini Alquran sering kali hanya dipahami sebagai simbol keagamaan, belum sepenuhnya diterapkan sebagai sistem yang mengarahkan perilaku dan keputusan dalam kehidupan sehari-hari.

“Rekomendasi utama forum ini sederhana, jadikan Alquran sebagai operating system keluarga. Selama ini Alquran sering hanya berada pada tataran simbol, belum menjadi sistem operasional yang menggerakkan kehidupan,” jelasnya.

Ia menjelaskan, penerapan nilai Alquran harus dimulai dari penguatan akidah dan tauhid, kemudian diwujudkan dalam praktik kehidupan melalui akhlak dan amal nyata.

Menurut UBN, keluarga yang menjadikan Alquran sebagai pedoman akan memiliki kemampuan lebih kuat dalam menghadapi perubahan zaman.

“Alquran bukan hanya menjadi operating system, tetapi juga dapat menjadi panduan untuk memahami pola-pola kehidupan. Dari sana kita bisa belajar mengantisipasi masa depan berdasarkan sunnatullah yang telah Allah jelaskan,” katanya.

Menuju Peradaban Berbasis Wahyu

WQCF 1448 H menjadi momentum untuk menghidupkan kembali kesadaran bahwa pembangunan peradaban tidak dapat dilepaskan dari kekuatan keluarga.

UBN menegaskan keluarga Muslim yang kokoh merupakan kunci lahirnya masyarakat yang berkarakter dan mampu menghadapi tantangan masa depan.

“Dua rekomendasi penting forum ini adalah menjadikan Alquran sebagai operating system kehidupan dan sebagai panduan memahami sunnatullah dalam membangun masa depan yang lebih baik,” katanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *