- WisataKepala BPJPH : Serapan Anggaran 2025 Capai 99,2 Persen, Presiden Prabowo Siapkan 1,35 Juta Sertifikat Halal Gratis 2026
- ArtikelGaldan Bencana Sumatera, Pendidikan Karakter Santri Peduli Sesama
- PalestinaKetua Presidium AWG Ucapkan Belasungkawa atas Wafat Abu Ubaida
- CeritaSalman Alfarisi: Tugas Kemanusiaan dan Doa Anak yang Tak Sempat Mengantar Ibu ke Pemakaman
- BeritaSebanyak 200 Orang Suku Tau Taa Wana Ikrarkan Syahadat di Pedalaman Gunung Tua
- FenomenaSukimang dan Cangkir Bekam di Tengah Luka Aceh Tamiang
- KonspirasiImplementasi Wajib Halal adalah Bagian dari Upaya Mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo
- DaerahPersada 212 Lepas Tim Reaksi untuk Pemulihan Air Bersih di Aceh Tamiang
- EkonomiDengungkan Kebaikan, BRI Kanca Cimanggis Salurkan Bantuan kepada Dhuafa dan Anak Yatim
- WisataKepala BPJPH: Presiden Prabowo Gratiskan 1,35 Juta Sertifikat Halal bagi Usaha Mikro dan Kecil di Tahun 2026

Masjid Al A’lam Marunda Jakarta Utara
Masjid Al A’lam adalah salah satu dari 12 obyek destinasi wisata pesisir di Jakarta Utara, letaknya berada persis di pesisir pantai Marunda. Konon Masjid Al Alam itu dibangun hanya dalam tempo semalam pada sekitar abad 16 dan termasuk salah satu masjid yang tertua di Jakarta.
Wisata religi dengan menelusuri jejak Islam di Jakarta, melalui peninggalan masjid tua, merupakan hal yang menarik. Masjid Al Alam Marunda yang berlokasi di Kampung Marunda Pulo RW 07 Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, salah satu tempat yang perlu dikunjungi. Banyak pengunjung dari dalam dan luar kota yang datang karena daya tarik masjid ini.
Masjid yang yang berdiri sekitar abad ke-16 ini kabarnya masih ada hubungannya dengan kisah si Pitung, jagoan asal Betawi. Menurut cerita turun temurun, pada abad ke 16 ketika Fatahillah membawa pasukan gabungan Demak-Cirebon menuju Sunda Kelapa, salah satu bangunan yang pertama didirikan adalah masjid ini, selain untuk tempat ibadah, juga dimanfaatkan untuk mengatur strategi.
Kemudian, masjid ini juga menjadi sarat nilai sejarah perlawanan terhadap penjajah Belanda. Pada tahuan 1628-1629, saat rbuan prajurit Mataram pimpinan Bahurekso menyerang markas VOC yang kini menjadi gedung Museum Sejarah Jakarta, para prajurit Islam ini lebih dulu singgah di Marunda untuk mengatur siasat.
Lubang kecil berbentuk setengah oval terdapat di bagian kiri masjid yang dulunya dipakai untuk mengintai bala tentara musuh. Banyak tokoh Betawi bersembunyi di masjid ini saat dikejar Belanda, dan katanya mereka akan selamat, karena menurut cerita bila bersembunyi di Masjid ini mereka tidak akan kelihatan.
Arsitektur masjid Al Alam memang mengingatkan kita pada masjid Demak, namun berskala lebih mini yaitu berukuran, 10×10 meter persegi. Secara fisik bangunan masjid Al Alam berbentuk rumah joglo yang ditopang oleh empat pilar bulat seperti kaki bidak catur.
Sedangkan mihrab pada masjid ini pas dengan ukuran badan dengan menjorok ke dalam yang terletak di sebelah kanan mimbar. Berbeda dengan masjid tua lain, masjid ini memiliki pebedaan yang cukup unik yaitu plafonnya yang hanya setinggi dua meter dari lantai dalam.
Sumur tua yang usianya ratusan tahun terdapat di sebelah kiri masjid. Sampai saat ini airnya masih tetap mengalir dan tidak kering meski musim kemarau. Beberapa bagian masjid masih asli, di antaranya tembok di ruang utama masjid dan hiasan jendela yang terdapat di ruang pengimaman. Bagian dalamnya terbuat dari batu giok.
Tongkat di tempat mimbar yang terukir melingkar seperti ular juga dianggap cukup istimewa dan hanya dikeluarkan setiap hari Jumat untuk kutbah. Masjid ini sangat mengundang pesona bagi para peziarah. Kedatangan para peziarah dari berbagai daerah, tidak lepas dari keistimewaan sejarah Masjid Al Alam yang masih berhubungan dengan Walisongo.
Dengan ramainya para peziarah, masyarakat bisa mengambil keuntungan dengan menjual makanan di sekitar Masjid Al Alam. Dalam perkembangannya juga membawa manfaat bagi masyarakat sekitar Marunda, baik yang berhubungan dengan nilai-nilai islami maupun rizki.
Si Dahrun
31 Des 2025
Lampu lalu lintas di Tugu Raden Intan memerah pada Rabu (31/12) siang. Deru mesin kendaraan berhenti serempak. Di sela klakson yang tertahan dan panas aspal yang memantul ke wajah, beberapa santri berpenampilan sederhana melangkah maju. Di tangan mereka, kotak donasi. Di dada mereka, sepotong harapan untuk korban bencana di Sumatera. Mereka bukan pengamen. Bukan pula …
Redaksi
17 Okt 2025
Hari itu, 31 Agustus 2025. Di antara deru kendaraan di Terminal Bus Metro Permai, Makassar, tampak sosok muda berkerudung rapi tengah menenteng tas besar. Ia adalah Aini Hafifah, seorang da’iyyah (pendakwah perempuan) yang bersiap menuju Kabupaten Tana Toraja, wilayah pegunungan yang dikenal dengan masyarakat mayoritas non-Muslim. Langkahnya bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi perjalanan hati, menyalakan …
admin
06 Agu 2024
Berikut adalah sedikit cerita mengenai perjalanan melihat rumah Si pitung. Ya, jagoan dari Betawi itu. Mungkin Anda sudah sering mengenal mendegar ceritanya atau juga telah melihat filmnya. Ok.. akan Saya ulas profil mengenai pahlawan satu ini. Si Pitung adalah seorang pejuang asal Betawi, ia dikenal sebagai sosok pendekar Jakarta dalam menghadapi ketidakadilan yang ditimbulkan oleh …
30 Nov 2021 38.050 views
Bandung, MINA – AWG (Aqsa Working Group) Gelar Forum Diskusi Masjid Al-Aqsa dan Palestina bertema ‘Millennial Peacemaker Forum’ pada Ahad (28/11) di Gedung Merdeka, Jalan Asia-Afrika No. 65, Kota Bandung, Jawa Barat. Gedung Merdeka adalah situs sejarah tempat berlangsungnya Konferensi Asia-Afrika tahun 1955 yang lalu diikuti 29 negara, salah satunya utusan Palestina. Saat ini hanya …
02 Nov 2021 5.625 views
Surah Ad-Duha بِسْــــــــــــــــــــمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِـــــــــــــــــــــــيمِ (1) Demi waktu dhuha (ketika matahari naik sepenggalah), وَالضُّحَىٰ (2) dan demi malam apabila telah sunyi, وَاللَّيْلِ إِذَا سَجَىٰ (3) Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak (pula) membencimu, مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ (4) dan sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu dari yang permulaan. وَلَلْآخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْأُولَىٰ (5) Dan sungguh, …
01 Agu 2018 4.645 views
Peperangan antara rakyat Palestina dengan zionis Israel tidak kunjung dan berhenti sejak Israel pertama masuk ke Palestina tahun 1948 silam. Para pejuang palestina silih berganti muncul dari generasi ke generasi. Mereka terus memberi perlawanan memepertahankan tanah air mereka yang dijajah Zionis Israel. Keberanian para pejuang Palestina tersebut tidak perlu diragukan lagi, semangat dan keyakinan mereka …
07 Okt 2021 4.463 views
Dalam benak saya pribadi dan mungkin saja juga para pembaca sekalian bertanya-tanya apa Penjelasan Gaya Rambut dan Topi Jas Orang Yahudi. Sedikit kami akan ulas melalui hasil browsing di bawah ini ; Gaya Rambut Orang Yahudi Sering kali kita melihat gaya orang Yahudi baik di televisi atau pun media online dengan gaya rambut bagian dekat …
24 Jul 2024 4.036 views
Sejarah suku Betawi adalah kisah yang kaya dan beragam, mulai dari era kerajaan kuno hingga menjadi bagian integral dari Jakarta modern. Orang Betawi, yang merupakan penduduk asli Jakarta, memiliki warisan budaya yang beragam, terbentuk melalui pengaruh berbagai kerajaan, bangsa, dan era yang berbeda. Artikel ini akan mengeksplorasi perjalanan sejarah suku Betawi dari zaman Kerajaan Salakanagara …
Comments are not available at the moment.