MUI Minta PBB Lawan Gagasan Trump Ambil Alih Gaza

Jakarta, Neropong.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengamati gagasan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengambil alih Jalur Gaza dan merelokasi warga Palestina secara permanen. MUI menilai gagasan sangat jahat harus ditolak.

“Ini rencana jahat harus ditolak, kepemimpinan Amerika dan Israel tidak sincere atau jujur terkait gencatan senjata yang disepakati. Masih terus dibuat rencana dan langkah yang meyakinkan agar Gaza dan Palestina secara keseluruhan tetap di bawah kontrol Israel dan Amerika,” kata Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim dalam keterangan pers, di Jakarta, Jumat (7/2/2025).

Bacaan Lainnya

Sudarnoto menilai gagasan itu akan merusak kemerdekaan Palestina. Penting kewaspadaan dan pengawasan di balik gagasan tersebut. “Ide relokasi Trump beberapa hari yang lalu telah diperkuat dengan pertemuan Trump-Netanyahu beberapa jam lalu. Karena itu, kewaspadaan dan pengawasan haruslah dilakukan secara lebih terukur agar semua upaya merusak dan menghancurkan cita-cita kemerdekaan Palestina bisa dihentikan,” ujarnya.

Sudarnoto menilai gencatan senjata yang dilakukan bertahap di Gaza merupakan jalan kemerdekaan bagi Palestina, proses gencatan senjata untuk diawasi. “Gencatan senjata bertahap ini adalah jalan untuk kemerdekaan Palestina keluar tentara pendudukan Israel.

“Karena itu, proses ini harus dijaga, jangan sampai dirusak oleh rencana jahat Amerika-Israel, negara yang menjadi bagian dari OKI (Organisasi Kerjasama Islam) untuk menghentikan rencana AS tersebut,” imbuhnya.

Menurutnya, hanya dengan persatuan seluruh negara yang dapat menggagalkan rencana jahat itu. Negara-negara OKI kembali dituntut untuk bersepakat melakukan langkah konstruktif menghadapi konspirasi jahat Amerika-Israel, menghentikan keinginan Amerika untuk taking over, owning, menguasai dan mengontrol Gaza.

“Ini kesempatan bagi negara-negara OKI dan bahkan masyarakat untuk membantu dan membangun Gaza/Palestina baru yang bebas dari segala bentuk penjajahan,” jelasnya.

“Dukungan dan bantuan jernih dan tulus bisa dilakukan semua pihak selama ini membela Palestina. Jangan berharap terhadap bantuan dan dukungan Amerika untuk rekonstruksi Gaza-Palestina karena di balik itu ada motif jahat,” lanjutnya.

Lebih lanjut, dia mendorong pemerintah Indonesia melakukan konsolidasi dengan negara-negara yang membela Palestina. Tujuannya untuk melawan gagasan Trump itu. Mendorong pemerintah RI terus mengambil prakarsa melakukan dialog dan konsolidasi dengan negara-negara selama ini telah memberikan pembelaan kepada Palestina.

“Ada lebih 2/3 negara anggota PBB yang telah memberikan dukungan kepada Palestina. Pertemuan-pertemuan bilateral dan multilateral mengawal gencatan senjata ini sungguh sangat penting untuk melawan ide relokasi Trump,” katanya.

“Kepada masyarakat khususnya umat Islam, lembaga-lembaga filantropi dan lembaga/komunitas pembela Palestina agar semakin memperkuat konsolidasi dan kebersamaan untuk terus membantu dan mengawal kemerdekaan Palestina. Jangan biarkan Amerika Serikat mengambil alih dan mengontrol Gaza-Palestina. Persatuan di kalangan kita juga sangat penting, konsolidasi komunikasi pemerintah-masyarakat perlu penguatan,” ujarnya. []

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *