Jakarta, Neropong.com – Wabah kelaparan dan memburuknya situasi kemanusiaan di Jalur Gaza, Palestina, ancaman bahaya kelaparan dan Genosida terus terjadi menyerukan kaum muslimin seluruh dunia menggelar aksi dukungan terhadap rakyat Gaza.
Sejumlah tokoh agama dan organisasi Islam akan menggelar seruan aksi solidaritas besar-besaran untuk Palestina di Monumen Nasional (Monas) pada Ahad, 3 Agustus 2025, pukul 06.00 WIB.
Tokoh nasional yang juga pimpinan dari AQL Islamic Center Ustaz Bachtiar Nasir (UBN), menegaskan aksi ini memiliki makna simbolis yang mendalam.
“Pada tanggal 3 Agustus, kita hadir dengan semangat agar menjelang 17 Agustus – ketika Indonesia sudah merdeka – Palestina juga wajib merdeka. Karena kemerdekaan adalah hak segala bangsa,” ujar UBN dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat 1 Agustus 2025.
UBN yang selama ini aktif dikenal menjadi salah satu aktivis dan founder Global Peace Convoy menyoroti kondisi kemanusiaan di Gaza dengan tegas.
“Gaza tidak kelaparan, tetapi dilaparkan. Dunia tidak memberi makanan, tetapi makanan tertahan sampai basi,” katanya.
Menurutnya, Zionis Israel menggunakan kelaparan sebagai senjata perang, menghalangi bantuan pangan, menarget distribusi air, bahkan menghancurkan ladang dan infrastruktur pangan.
“Dukungan kita sangat berarti untuk menyuarakan kondisi kemanusiaan yang terjadi di Gaza, serta mendesak tindakan nyata dari masyarakat internasional,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Komite Pengarah Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina (ARI-BP), M. Din Syamsuddin, mengatakan hampir 2 juta rakyat Gaza saat ini terpenjara dalam kelaparan. Ia menyinggung perlunya intervensi militer internasional.
“Tidak ada jalan lain kecuali negara-negara yang cinta damai dan keadilan mendesakkan keadilan dan menghentikan kekejaman-kekejaman Israel. Dan ini memerlukan adanya aksi militer, terutama oleh Pasukan Penjaga Perdamaian,” tegasnya.
Aliansi Masyarakat Indonesia Bela Palestina (ARIBP) bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar aksi solidaritas Palestina berlatarbelakang situasi terkini di Gaza yang semakin mengkhawatirkan.
“Aksi solidaritas akan dihadiri ratusan ribu massa dari berbagai organisasi Islam di Indonesia,” Demikian disampaikan Ketum Wahdah Islamiyah, Ustaz Zaitun Rasmin.
Ustaz Zaitun menyampaikan, aksi solidaritas Gaza telah berlangsung berkali-kali sejak eskalasi konflik Israel-Palestina. Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, konsisten menunjukkan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina melalui berbagai aksi diplomasi dan solidaritas masyarakat.
“Tidak ada kata yang dapat mewakili dalam aksi kebiadaban Israel, kecuali harus melakukan aksi besar besaran pada Minggu 3 Agustus Pukul 06:00, ini bagian dari kepedulian terhadap Gaza,” katanya. []






