Jakarta, NEROPONG.COM – Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso meyakini bahwa festival syawal yang diinisiasi Lembaga Pengkajian Pangan Obat-Obatan dan Kosmetika (LPPOM) akan menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong kejayaan industri halal Indonesia.
“Kami mengapresiasi inisiatif festival tersebut sebagai langkah strategis mendorong pertumbuhan perdagangan dan industri halal di Indonesia,” kata Budi dalam acara Puncak Festival Syawal LPPOM 1447 H di Palmerah, Jakarta Barat, Kamis 30 April 2026.
Ia menilai kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pasca-Ramadan, tetapi juga momentum penting dalam memperkuat posisi Indonesia di kancah ekonomi Islam global.
Mengacu pada laporan State of Global Islamic Economy 2025, Indonesia saat ini menempati peringkat ketiga dunia dalam sektor ekonomi Islam.
“Capaian ini turut didukung oleh kinerja ekspor produk halal yang menunjukkan tren positif dalam lima tahun terakhir. Pada tahun 2025, nilai ekspor halal Indonesia bahkan mencapai angka tertinggi sebesar 64,42 miliar dolar AS,” demikian katanya.
Melihat potensi besar tersebut, pihaknya berkomitmen terus mendorong pengembangan pasar domestik sekaligus memperluas akses ekspor produk halal ke pasar global. “Upaya ini diwujudkan melalui tiga program utama, yaitu pengamanan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, serta program “dari lokal untuk global”.
Lanjut, Ia menjelaskan sejumlah fasilitas yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha, di antaranya klinik desain untuk penguatan branding produk halal, kemitraan dengan ritel modern, standarisasi dan pengendalian mutu, hingga pitching dan business matching online ke 33 negara.
Sebagai bagian dari upaya memperluas akses pasar, pelaku usaha juga didorong untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia ke-41 yang akan diselenggarakan pada 14–18 Oktober 2026 di ICE BSD City, Tangerang.
Ia yakinannya bahwa Festival Syawal yang diinisiasi LPPOM akan menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong kejayaan industri halal Indonesia di masa depan.






