Imaam Yakhsyallah: Umat Islam Harus Jaga Kehormatan Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa

Imaam Yakhsyallah Mansur khottbah Idul Adha di Ponpes Al-Fatah Cileungsi Bogor

BOGOR | NEROPONG.COM – Imaam Yakhsyallah Mansur mengingatkan, umat Islam harus menjaga kehormatan dua aset besar umat yang disyariatkan Allah Subhanahu wa Ta’ala, yakni Masjidil Haram yang di dalamnya terdapat Ka’bah kiblat shalat, pusat ibadah haji dan umrah serta Masjidil Aqsa kiblat pertama umat Islam sebelum dipindahkan ke Ka’bah.

“Menjaga kehormatan kedua tempat suci tersebut tidak boleh dipisahkan karena keduanya merupakan warisan perjuangan para nabi,” ujar Imaam Yakhsyallah Mansur dalam khutbah Shalat Idul Adha 1447 H di Pondok Pesantren Al-Fatah, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu 27 Mei 2026.

Bacaan Lainnya

Mengutip firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Surat Ali Imran ayat 96–97, beliau menegaskan bahwa Ka’bah merupakan rumah ibadah pertama yang dibangun untuk manusia dan sumber petunjuk bagi seluruh alam serta sentral ibadah haji.

“Ka’bah bukan sekadar batu, tetapi simbol tauhid, pusat ibadah, kiblat kaum muslimin, dan lambang kesatuan umat Islam di seluruh dunia,” tegas Imaam Yakhsyallah.

Lebih lanjut ia menjelaskan, berdasarkan tafsir Ibnu Katsir, Ka’bah merupakan rumah Allah yang telah ada sejak Nabi Adam alaihis salam, kemudian dibangun kembali oleh Nabi Ibrahim alaihis salam bersama putranya Nabi Ismail alaihis salam.

Mengutip penjelasan Imam Al-Qurthubi dan Imam Jalalain, Imaam Yakhsyallah mengatakan bahwa keberkahan Ka’bah meliputi keberkahan agama, keselamatan dunia dan akhirat, serta petunjuk bagi manusia dalam beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Dalam khutbah tersebut, Imaam Jama’ah Muslimin (Hizbullah) juga menguraikan hubungan erat antara Ka’bah dan Masjidil Aqsa. Ia menyebutkan, berdasarkan hadits riwayat Muslim dari Abu Dzar Al-Ghifari, Masjidil Aqsa dibangun 40 tahun setelah Ka’bah dibangun.

“Masjidil Aqsa diberkahi Allah sebagaimana disebutkan langsung dalam Al-Qur’an Surat Al-Isra ayat satu. Keberkahannya meliputi keberkahan agama dan dunia,” kata Imaam Yakhsyallah.

Beliau menerangkan, para ulama tafsir menjelaskan bahwa Baitul Maqdis menjadi tempat lahirnya para Nabi dan Rasul, tempat turunnya para malaikat serta dianugerahi tanah yang subur dan hasil bumi yang melimpah. Karena itu umat Islam tidak boleh hanya memperhatikan Masjidil Haram sementara mengabaikan kondisi Masjidil Aqsa.

Ia juga mengajak umat Islam menanamkan niat untuk dapat mengunjungi kedua baitullah tersebut serta terus berikhtiar agar umat Islam kembali bebas beribadah di Masjidil Aqsa sebagaimana bebasnya beribadah di Masjidil Haram.

“Kita harus terus berupaya sekuat tenaga untuk membebaskan Masjidil Aqsa dan mendukung kemerdekaan bangsa Palestina dari penjajahan Zionis Israel,” tegas Imaam Yakhsyallah Mansur.

Shalat Idul Adha 1447 H di Pondok Pesantren Al-Fatah dilaksanakan di tanah lapang komplek pesantren, mulai pukul 06.30 WIB dan diikuti sekitar 600 jamaah warga komplek Pondok Pesantren dan sekitarnya.

Usai khutbah, jamaah melaksanakan musafahah, bersalaman sambil menyampaikan ucapan selamat hari raya dan saling memohon maaf. Imaam Yakhsyallah juga memberikan nasihat khusus kepada kaum muslimat sebagaimana dicontohkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam setelah khutbah hari raya.

Sementara itu, Panitia Penyembelihan Hewan Qurban, Mahdi Faruq, menyampaikan bahwa pada Idul Adha tahun ini panitia menyembelih 18 ekor sapi dan 37 ekor kambing.

“Alhamdulillah tahun ini dari Koarmada RI juga memberikan hewan qurban satu ekor sapi dan panitia membagikan sebanyak 2.100 kupon pengambilan daging qurban yang terdiri tiga kriteria warna: merah, hijau dan putih,” ujarnya. [AM]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *