Jama’ah Muslimin Serukan Arab Saudi dan Houthi Yaman Segera Berdamai

Jakarta | NEROPONG.COM – Jama’ah Muslimin (Hizbullah) menyerukan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi dan kelompok Ansharullah (Houthi) Yaman untuk segera mewujudkan perdamaian melalui gencatan senjata permanen, penyelesaian krisis kemanusiaan, serta penghentian ancaman lintas batas.

Dalam seruan perdamaian yang diterima Jum’at, 23 Oktober 2026, Imaam Jama’ah Muslimin (Hizbullah) KH Yakhsyallah Mansur menegaskan bahwa seruan tersebut disampaikan sebagai upaya mengakhiri konflik berkepanjangan yang telah menimbulkan penderitaan besar bagi masyarakat Yaman.

Ia menegaskan bahwa perdamaian merupakan jalan utama untuk mewujudkan kemaslahatan bersama, menjaga stabilitas kawasan, dan menyelamatkan generasi mendatang.

Dalam pernyataannya, Jama’ah Muslimin mendasarkan seruan tersebut pada ajaran Al-Qur’an dan hadis Rasulullah shallallahu alaihi wasalam yang menekankan pentingnya mendamaikan pihak-pihak yang bertikai. Salah satunya adalah Surah Al-Hujurat ayat 10 yang menegaskan bahwa sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara dan diperintahkan untuk mendamaikan saudara yang berselisih.

Jama’ah Muslimin menilai konflik berkepanjangan di Yaman telah membawa dampak kemanusiaan yang serius, mulai dari hilangnya ratusan ribu nyawa hingga kehancuran infrastruktur sipil. Karena itu, kedua pihak dinilai perlu mengambil langkah nyata untuk mengakhiri pertikaian sekaligus memulihkan keamanan, perekonomian, dan jalur perdagangan internasional di kawasan Laut Merah dan Teluk Aden.

Dorong Gencatan Senjata Permanen

Dalam seruannya, wadah kesatuan umat Islam sedunia itu mendesak Arab Saudi dan Houthi segera menghentikan seluruh operasi militer dan kontak senjata, termasuk serangan udara koalisi Arab Saudi serta serangan drone dan rudal balistik lintas batas oleh Houthi.

Arab Saudi dan Houthi juga didorong menyepakati zona demiliterisasi di perbatasan, menarik pasukan dari garis depan, serta mengambil langkah-langkah untuk mencegah provokasi militer dan melindungi masyarakat sipil.

Selain penghentian pertempuran, Jama’ah Muslimin menekankan pentingnya penyelesaian krisis kemanusiaan dan ekonomi. Arab Saudi didesak mencabut pembatasan di Pelabuhan Hodeidah dan Bandara Sana’a secara permanen agar bantuan pangan, obat-obatan, dan bahan bakar dapat masuk tanpa hambatan.

Kedua pihak juga diminta mempercepat pertukaran tahanan secara menyeluruh dengan mengedepankan prinsip kemanusiaan. “Kami mendesak kedua pihak mempercepat proses pertukaran tahanan secara menyeluruh (all-for-all) berdasarkan prinsip kemanusiaan,” tegas pernyataan Jama’ah Muslimin (Hizbullah).

Penyelesaian Konflik Berkelanjutan

Jama’ah Muslimin menegaskan bahwa penyelesaian konflik secara berkelanjutan harus ditempuh melalui dialog yang inklusif, penghormatan terhadap kedaulatan, serta komitmen tulus seluruh pihak untuk mengakhiri permusuhan.

Dalam penutup seruannya, Jama’ah Muslimin mengingatkan bahwa konflik militer dan kekerasan tidak akan menyelesaikan persoalan, terlebih ketika pertikaian terjadi di antara sesama umat Islam yang pada hakikatnya bersaudara.

Perdamaian, menurut seruan tersebut, merupakan langkah terbaik untuk menyelamatkan generasi masa depan Yaman dan Arab Saudi sekaligus membuka jalan bagi terwujudnya keamanan dan kesejahteraan di Timur Tengah.

Jama’ah Muslimin berharap upaya perdamaian itu dapat menjadi jalan menuju terwujudnya baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, yakni negeri yang baik, aman, sejahtera, dan mendapat ampunan Allah Subhanahu wa Ta’ala. [AM]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *