Wamenlu Anis Matta Serukan Reformasi OKI dan Dukungan Nyata untuk Palestina

Jakarta | NEOPONG.COM – Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia Muhammad Anis Matta menyerukan penguatan peran Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dalam menyelesaikan konflik internal negara anggota sekaligus memperkuat dukungan nyata bagi Palestina.

Seruan itu disampaikan Anis Matta saat menghadiri Konferensi Tingkat Menteri Luar Negeri (KTM OKI) ke-52 di Baghdad, Irak. Ia menilai konflik yang masih terjadi di sejumlah negara dunia Islam menjadi momentum bagi OKI untuk melakukan reformasi dan memperkuat kapasitasnya dalam menjaga perdamaian.

Bacaan Lainnya

“OKI perlu memiliki mekanisme khusus untuk menyelesaikan sengketa di antara negara-negara anggotanya. Indonesia dapat menjadi oasis perdamaian bagi negara-negara anggota OKI,” kata Anis Matta dalam keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri RI, Selasa 20 Oktober 2026.

Menurut Anis, OKI membutuhkan visi bersama yang mampu mengintegrasikan potensi negara-negara Islam, baik secara politik, sosial, budaya maupun ekonomi. Visi tersebut juga perlu diterjemahkan ke dalam peta jalan pembangunan bersama dan mekanisme penyelesaian perbedaan secara damai.

Dalam kesempatan yang sama, Indonesia menegaskan kembali posisi Palestina sebagai prioritas utama OKI. Anis mendorong agar solidaritas negara-negara anggota diterjemahkan menjadi langkah konkret dan terkoordinasi.

“Palestina akan tetap menjadi prioritas utama OKI. OKI harus lebih operasional dalam menyatukan upaya politik, diplomatik, hukum, dan kemanusiaan untuk mendukung Palestina,” tegasnya.

Indonesia juga mendorong peningkatan bantuan kemanusiaan untuk rakyat Palestina, penghentian perluasan permukiman ilegal di Tepi Barat, serta menolak pemindahan kedutaan ke Al-Quds Al-Sharif.

Selain membahas Palestina dan reformasi OKI, Wamenlu Anis Matta memanfaatkan agenda di Baghdad untuk memperkuat hubungan Indonesia dengan negara-negara anggota OKI dan mitra strategis.

Dalam pertemuan dengan Sekretaris Jenderal D8 Sohail Mahmood, misalnya, Anis membahas agenda Keketuaan Indonesia pada D8 periode 2026–2027. Sejumlah isu yang dibahas meliputi integrasi ekonomi dan perdagangan, jejaring think tank, riset dan inovasi, pariwisata, serta persiapan KTT ke-12 D8 di Indonesia pada 2027.

Wamenlu Anis kemudian bertemu Menteri Luar Negeri Gambia Sering Modou Njie. Pertemuan tersebut membahas penguatan hubungan bilateral Indonesia-Gambia dan peluang kerja sama di forum multilateral.

Sementara itu, pertemuan dengan Abdulkarim Tan Misuari dari Moro National Liberation Front (MNLF) membahas perkembangan proses perdamaian di Filipina Selatan. Indonesia menekankan pentingnya dialog serta keberlanjutan pelaksanaan komitmen perdamaian antara Pemerintah Filipina dan MNLF.

Pada 18 Oktober 2026, Anis Matta bertemu Menteri Luar Negeri Yaman Afrah Abdulaziz Al-Zouba untuk membahas situasi terkini di Yaman dan kawasan Timur Tengah.

Anis juga mengadakan pertemuan dengan Wamenlu Irak Mohammed Hussein Bahr Al-Uloom untuk membahas penguatan hubungan Indonesia-Irak, perluasan kerja sama bilateral, serta kerja sama dalam OKI.

Di sektor energi, Anis bertemu Wakil Menteri Perminyakan Irak Ezzat Saber Ismail guna menjajaki peluang peningkatan kerja sama Indonesia-Irak di bidang energi dan investasi.

Rangkaian diplomasi tersebut menunjukkan upaya Indonesia mendorong OKI agar tidak hanya menjadi wadah solidaritas, tetapi juga mampu menghasilkan langkah konkret dalam penyelesaian konflik, penguatan kerja sama antarnegara anggota, serta dukungan nyata bagi Palestina.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *