Kemenko Pangan Resmian SPPG Pemuda Muhammadiyah di Kota Bekasi.

Bekasi, NEROPONG.COM — Menko Pangan menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada kegiatan Peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pemuda Muhammadiyah yang diselenggarakan di Bekasi, Selasa 21 April 2026.

Kehadiran Menko Bidang Pangan menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat guna mendukung peningkatan kualitas gizi nasional.

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan untuk mempercepat pelaksanaan program pangan nasional. SPPG diharapkan mampu menjadi model pelayanan gizi masyarakat yang terintegrasi, berkelanjutan, dan menjangkau lebih banyak kelompok penerima manfaat di berbagai daerah.

Acara peresmian turut dihadiri oleh Tri Adhianto Tjahyono, Dzulfikar Ahmad Tawalla, Hilman Latief, Badan Gizi Nasional, serta sejumlah pejabat dan tokoh masyarakatlainnya.

Kehadiran para tokoh tersebut menunjukkan kuatnya dukungan lintas sektor terhadap program peningkatan gizi masyarakat.

Dalam sambutannya, Menko Bidang Pangan menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pemuda Muhammadiyah dalam menghadirkan SPPG sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pembangunan sumber daya manusia yang sehat, unggul, dan berdaya saing. Menurutnya, peningkatan kualitas generasi bangsa harus dimulai dari pemenuhan kebutuhan gizi yang baik, aman, dan merata.

Kolaborasi antara pemerintah dan elemen masyarakat seperti Muhammadiyah sangat penting dalam mewujudkan ketahanan pangan dan peningkatan kualitas gizi masyarakat Indonesia,” ujar Zulkifli Hasan.

Ia menambahkan bahwa sinergi yang kuatakan mempercepat pencapaian target pembangunan nasional di bidang pangan dan kesehatan.

Pada kesempatan tersebut, Menko Pangan juga menegaskan bahwa pembangunan SPPG bukan sekadar proyek biasa, melainkan bagian dari misi besar untuk meningkatkan kualitas peradaban bangsa melalui investasi pada generasi muda.

Menurutnya, persoalan gizi masih menjadi tantangan utama yang harus ditangani secara serius dan menyeluruh.

“Ini menyangkut masa depan anak-anak kita. Ada sekitar 82,9 juta anak yang harus kita jangkau. Ini pekerjaan besar dan tidak mudah,” tegasnya.

Terkait pelaksanaan program yang baru berjalan sekitar satu tahun, pemerintah mengakui masih terdapat berbagai tantangan di lapangan. Namun demikian, evaluasi dan perbaikan terus dilakukan secara berkelanjutan guna memastikan layanan berjalan optimal dan tepat sasaran.

Menko Pangan menegaskan bahwa standar kualitas merupakan hal yang tidak bisa ditawar. Pemerintah akan mengambil langkah tegas terhadap layanan yang tidak memenuhi ketentuan demi menjaga mutu program dan keselamatan penerima manfaat.

“Tidak boleh ada kompromi karena ini menyangkut anak-anak. Semua layanan harus memenuhi standar yang telah ditetapkan,” katanya. Usai peresmian, kegiatan dilanjutkan dengan Launching SPPG Muhammadiyah Bekasi dalam rangka pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis Muhammadiyah Kota Bekasi Tahun 2026. Program ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperluas akses masyarakat terhadap pangan bergizi, khususnya bagi kelompok yang membutuhkan.

Sebagai simbol dimulainya operasional program, dilakukan prosesi pemotongan pita oleh Zulkifli Hasan bersama para tamu undangan. Prosesi tersebut menandai dimulainya operasional SPPG sebagai pusat layanan gizi masyarakat di Kota Bekasi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kolaborasi lintas sektor dapat terus diperkuat guna mendukung terciptanya generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan sejahtera melalui akses pangan bergizi yang merata dan berkelanjutan.

Pemerintah bersama seluruh elemen bangsa akan terus mendorong lahirnya berbagai inovasi dan gerakan nyata demi mewujudkan Indonesia yang lebih maju.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *