UAR Markas Cileungsi Lanjutkan Program Santunan Makan Pengungsi UNHCR Jakarta

JAKARTA | NEROPONG.COM – Relawan Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) Markas Cileungsi, Kabupaten Bogor, melanjutkan program santunan makan bagi para pengungsi mancanegara yang bertahan di sekitar Kantor Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR), Jalan HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Kegiatan tersebut merupakan kelanjutan aksi kemanusiaan UAR Korwil Jabodetabek Banten yang telah berlangsung selama sepekan.

Bacaan Lainnya

Sejak Senin (27/7/2026), relawan UAR Markas Cileungsi mulai mengambil alih jadwal distribusi bantuan makan kepada para pengungsi yang berasal dari berbagai negara, di antaranya Afghanistan, Somalia, Irak, dan Myanmar. Mereka telah lama bertahan di sekitar kantor UNHCR sambil menunggu kepastian proses penanganan dan penempatan ke negara ketiga.
Selain berharap memperoleh kejelasan mengenai status pengungsi, mereka juga mendambakan akses terhadap layanan kesehatan, kesempatan bekerja, serta kehidupan yang lebih layak bagi diri dan keluarga.

Kondisi para pengungsi hingga kini masih memprihatinkan. Mereka tinggal di dalam tenda-tenda sederhana yang berdiri di atas trotoar jalan, menghadapi keterbatasan pangan, cuaca yang tidak menentu, dan ketidakpastian masa depan. Pada siang hari sebagian memilih berpindah ke masjid atau tempat lain untuk menghindari penertiban, kemudian kembali ke lokasi pada malam hari untuk beristirahat di tenda seadanya.

Pada hari kedua pelaksanaan program, Selasa (28/7/2026), relawan Ukhuwah Al-Fatah Rescue kembali menyalurkan 30 paket nasi kotak kepada para pengungsi yang diberikan sekitar pukul 18.00 WIB setelah berkoordinasi dengan petugas di lokasi. Bantuan tersebut disambut dengan penuh syukur oleh para pengungsi yang belum makan.

“Alhamdulillah, hari ini relawan UAR Markas Cileungsi kembali diberi kesempatan untuk berbagi dan sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang hidup dalam pengungsian. Semoga bantuan sederhana ini menjadi penyemangat bagi mereka dan bernilai ibadah di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujar salah seorang relawan UAR yang bertugas di lokasi, Selasa (28/7/2026) malam.

Program santunan makan tersebut merupakan bagian dari aksi kemanusiaan UAR sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama manusia tanpa memandang kewarganegaraan, suku, maupun agama. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama satu bulan dengan sistem estafet, melibatkan relawan UAR dari Korwil Jabodetabek Banten dan Markas Cileungsi secara bergantian.

Pembina UAR Pusat, Drs. Asep Faturahman, mengatakan bahwa program tersebut merupakan hasil musyawarah bersama jajaran pembina dan pengurus UAR sebagai wujud nyata kepedulian terhadap para pengungsi yang hingga kini masih hidup dalam kondisi serba terbatas.

“Berdasarkan musyawarah bersama, insya Allah program santunan makan bagi para pengungsi di kompleks UNHCR Jakarta Selatan akan dilaksanakan selama sebulan secara bergantian oleh relawan UAR. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban mereka sekaligus menjadi penguat semangat kepedulian kemanusiaan di tengah masyarakat,” ujar Asep.

Melalui program tersebut, UAR berharap semakin banyak elemen masyarakat yang tergerak untuk berbagi kepada mereka yang sedang mengalami kesulitan, sekaligus menumbuhkan semangat ukhuwah insaniyah bahwa setiap manusia berhak memperoleh perhatian dan kepedulian, terutama ketika berada dalam kondisi darurat dan penuh ketidakpastian. [AM]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *