Pelapor PBB Minta Dunia Akhiri Hubungan Dagang dengan Israel

Gaza, Neropong.com – Pelapor Khusus PBB untuk Wilayah Palestina yang Diduduki Francesca Albanese meminta komunitas internasional untuk mengakhiri hubungan dagang dan finansial dengan Israel. Negara-negara di dunia juga didesak menetapkan embargo senjata untuk Israel dan mencabut dukungan.

Hal tersebut disampaikan Albanese dalam konferensi pers di Dewan HAM PBB di Jenewa, Swiss, Kamis 3 Juni 2025. Albanese mempresentasikan laporannya soal perusahaan-perusahaan yang terlibat “ekonomi genosida” dengan mendukung kekerasan Israel di Palestina.

Bacaan Lainnya

Dalam laporan itu, Albanese mendaftar setidaknya 48 korporat yang disebut meraup keuntungan dari genosida Israel di Palestina. Perusahaan-perusahaan ini bergerak di bidang teknologi, agrikultur, finansial, hingga perusahaan senjata.

“Situasi di wilayah Palestina yang diduduki seperti kiamat. Israel bertanggung jawab atas salah satu genosida paling kejam sepanjang sejarah modern,” kata Albanese dikutip Al Jazeera.

Francesca Albanese pun mendesak komunitas internasional mendesak perusahaan-perusahaan yang mengambil keuntungan dari “pendudukan ilegal, apartheid, dan genosida” Israel. Banyak perusahaan disebutnya semakin kaya usai terlibat pelanggaran-pelanggaran Israel.

Albanese mencontohkan, Bursa Efek Tel Aviv melonjak hingga 200 persen dan meraih keuntungan pasar (market gains) hingga 220 miliar dolar AS dalam kurun 20 bulan. Perusahaan-perusahaan senjata disebut memecahkan rekor keuntungan usai bekerja sama dengan militer Israel.

Dalam laporannya, Albanese menyatakan bahwa industri militer menjadi “tulang punggung ekonomi” Israel. Tel Aviv dan korporat disebutnya mengambil untung dari pendudukan dan aksi militer yang menyediakan medan uji coba senjata dan teknologi seperti drone dan sistem penargetan AI.

“Terdapat tanggung jawab prima facie (pada kesan pertama) bagi setiap negara dan entitas korporat untuk sepenuhnya absen atau mengakhiri hubungan dengan ekonomi penjajahan ini,” kata Albanese.

Menurut laporan PBB, setidaknya 57.000 warga Palestina telah terbunuh sejak Israel menyerang pada Oktober 2023 lalu. Ratusan ribu penduduk mengungsi berulangkali dan militer Israel menduduki 85 persen wilayah Gaza. []

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *