Khotbah Idul Fitri 1447 Hijriyah di Cileungsi, Imaam Tegaskan Pentingnya Kehidupan Berjamaah

Imaam Yakhsyallah Mansur menyampaikan khotbah Idul Fitri 1447 H di Pondok Pesantren Al-Fatah Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jum'at 20 Maret 2026. (Foto: AM/Neropong.com)

BOGOR – Imaam Jama’ah Muslimin (Hizbullah), Yakhsyallah Mansur, menegaskan pentingnya persatuan dan kehidupan berjama’ah bagi umat manusia dalam mengamalkan Islam. Agama Islam tidak mengajarkan perpecahan, namun sebaliknya mensyariatkan kebersamaan, persatuan umat  yang disebut dengan Al-Jama’ah, kehidupan terpimpin sebagaimana diamalkan oleh Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam dan para shahabatnya.

“Sejak awal Ramadhan hingga akhir, kita melaksanakan ibadah secara bersama-sama, tarawih bersama, berbuka bersama, hingga sahur bersama. Maka sudah seharusnya kita juga mengakhirinya dalam kebersamaan atau berjama’ah,” ujar Imaam Yakhsyallah Mansur dalam khotbah Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah di Pondok Pesantren Al-Fatah, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jumat (20/3/2026).

Ia menegaskan bahwa Jama’ah Muslimin (Hizbullah) melaksanakan shalat Idul Fitri hari Jum’at semata-mata dalam rangka ibadah melaksanakan sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dengan melakukan rukyatul hilal pada tanggal 29 Ramadhan. “Tidak ada motivasi lain kecuali ibadah kepada Allah subahanahu wa ta’ala,” tandas Imaam Yakhsyallah.

Di hadapan ratusan kaum muslimin dan muslimat, Imaamul Muslimin lebih lanjut mengungkapkan bahwa Al-Jama’ah telah disyariatkan sejak ulul azmi Nabi Nuh alaihis salam kemudian dilanjutkan Nabi Ibrahim, Musa, Isa hingga Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.

Imaam Yakhsyallah mengutip ajaran tentang pentingnya kepemimpinan dalam jamaah sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an Surat An-Nisa ayat 59 yang berbunyi athii’ullaha wa atii’urrasula wa ulil amri mingkum, serta perkataan Umar bin Khattab tentang pentingnya jamaah dan ketaatan kepada pemimpin.

“Tidak sempurna keislaman seseorang tanpa berjamaah, tidak ada jamaah tanpa kepemimpinan, dan tidak ada gunanya punya pemimpin tapi tidak mentaatinya, selama tidak bertentangan dengan perintah Allah dan Rasul-Nya,” tegasnya.

Lebih lanjut dalam sholat Idul Fitri yang dimulai pukul 07.15 WIB Imaam menekankan bahwa yang dimaksud Al-Jama’ah adalah apa yang telah dicontohkan Rasulullah dan para sahabatnya, bukan berbasis negara atau partai.

Usai khotbah, Imaam Yakhsyallah Mansur juga menyampaikan nasihat khusus kepada kaum muslimat agar menjadi wanita penghuni surga dengan mendukung perjuangan suami, memperbanyak sedekah, serta menjaga kehormatan keluarga. Ia juga mengajak kaum muslimat untuk turut peduli terhadap perjuangan rakyat Palestina dan pembebasan Masjidil Aqsa dari penjajahan zionis Israel.

Jamaah Muslimin (Hizbullah) memulai ibadah shaum Ramadhan pada Rabu, 18 Februari 2026 dan melaksanakan Sidang Isbat penentuan awal Syawal 1447 H pada Rabu petang 18 Maret 2026 dengan hasil istikmal atau menggenapkan bilangan puasa Ramadhan menjadi 30 hari, karena rukyat yang dilakukan di Indonesia maupun di Timur Tengah tidak berhasil melihat hilal.

Sholat Idul Fitri di Cileungsi diikuti ratusan umat Islam dari wilayah Cileungsi dan sekitarnya. Sejumlah tokoh Jama’ah Muslimin turut hadir, di antaranya Ridwansyah dan keluarga, Amir Markas Shuffah Cileungsi M. Tobri beserta keluarga, serta Tri Susilah istri almarhum Imaam pertama Jama’ah Muslimin (Hizbullah) bersama keluarga besar serta Nurjannah isteri Imaam Yakhsyallah Mansur.dan keluarga. []

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *