Bogor, Neropong.com– Relawan Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR), Mohammad Fatur Rohman (22), yang turut dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menembus blokade zionis Israel di laut Gaza September lalu, mendapat penghargaan Staf Berprestasi Jama’ah Muslimin (Hizbullah) tahun 2026.
Sertifikat Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Imaamul Muslimin Yakhsyallah Mansur dalam Apel Bersama Seluruh Lembaga Jama’ah Muslimin di Markas Pusat Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu 29 Maret 2026.
Fatur merasa bersyukur atas apresiasi yang diterimanya dan akan menjadikan penghargaan tersebut sebagai motivasi untuk terus meningkatkan pengabdian.
“Terima kasih kepada keluarga besar Ukhuwah Al-Fatah Rescue, khususnya kepada Ketua Umum, H. Endang Sudrajat atas kepercayaan dan bimbingannya selama ini. Meskipun sejujurnya saya merasa masih banyak kekurangan untuk disebut sebagai staf berprestasi di tahun ini,” kata Fatur Rohman.
Mohammad Fatur Rohman anggota UAR asal Depok itu pada September 2025 menjadi perwakilan Indonesia dalam aksi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menembus blokade zionis Israel di Laut Gaza. Dalam perjalanan di Laut Pantelleria Italia, layar kapal Kamr yang dia tumpangi bersama para aktivis berbagai negara mengalami masalah dihantam angin kencang hingga katrol layar macet dan perjalanan terancam terhenti di tengah jalan.
Di saat itulah Fatur tanpa banyak pikir, setelah kapten kapal memberikan tugas ia langsung mempersiapkan peralatan dan memanjat tiang kapal setinggi sepuluh meter untuk memperbaiki katrol layar yang macet. Berbekal ilmu panjat dan penggunaan tali yang ia pelajari saat berlatih USAR UAR, Fatur berhasil menuntaskan tugas itu dengan baik.
Sekretaris Umum Jama’ah Muslimin, Agus Sudarmaji, saat menyampaikan nama-nama staf dan guru berprestasi menegaskan bahwa penghargaan yang diberikan diharapkan mampu memacu semangat seluruh staf di berbagai lembaga.
“Pemberian penghargaan ini kami harapkan bisa menjadi penyemangat setiap staf lembaga untuk terus berupaya maksimal dalam melaksanakan amanah di lembaga masing-masing,” ujarnya.
Selain Fatur, penghargaan juga diberikan kepada sejumlah staf dari lembaga-lembaga lain, di antaranya Irwan Amrullah (Maktab Aam), Faruq Habibullah Mahdi (Markas Cileungsi), Sajadi (MINA), dan Ir. Reza (Maemuna Center).
Dari unsur pendidikan Pondok Pesantren Al-Fatah, penerima penghargaan meliputi Tri Suhartini, Erni Muthmainah, Azam Ulya Al Mubarok, Een Muthmainah, dan R. Affifudin ZA.
Agus Sudarmaji juga menyampaikan laporan prestasi Majelis-Majelis Pusat Jama’ah Muslimin (Hizbullah) dalam kurun waktu tiga bulan terakhir. Di antaranya peresmian program wakaf produktif ayam petelor di Purbalingga oleh Majelis Wakaf Pusat (MWP), pengiriman para da’i dalam bulan Ramadhan ke berbagai wilayah oleh Majelis Dakwah Pusat (MDP) dan sebagainya.
Pada kesempatan yang sama, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Fatah Cileungsi juga memberikan penghargaan “STAI Award” untuk kriteria Ketua STAI terlama, Dosen terlama dan Staf Administrasi terlama.
Ketua STAI Al-Fatah Cileungsi Wawan Hermawansyah menyampaikan, bahwa SK Pembukaan Prodi Bahasa Arab telah diterima dari Kementerian Agama pada bulan Ramadhan 1447 H kemarin.
“Dengan demikian STAI Al-Fatah telah memiliki empat Program Studi (Prodi) yang resmi terdaftar dan siap segera naik status menjadi Institute. Bahkan mudah-mudahan dapat menjadi Universitas dalam waktu tidak lama,” ujarnya.
Ia mengharapkan, dukungan semua masyarakat agar STAI Al-Fatah segera berubah menjadi Institute dan dapat menghasilkan generasi-generasi penerus yang berguna bagi agama, masyarakat dan negara.
Sementara itu, Imaamul Muslimin Yakhsyallah Mansur dalam tausiyahnya mengajak seluruh jamaah untuk menjaga konsistensi ibadah setelah Ramadhan dan meningkatkan kualitas ketakwaan. “Bulan Syawal harus menjadi momentum peningkatan kualitas diri, bukan justru penurunan semangat ibadah setelah Ramadhan,” tegas Imaam Yakhsyallah.
Ia menekankan pentingnya menjaga fitrah dengan terus bertaubat, memperkuat ketakwaan, mendirikan shalat secara sempurna, serta menjaga persatuan umat. “Alhamdulillah kita terhindar dari perpecahan dengan menetapi kembali syariat Al-Jama’ah sebagaimana diamalkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan para shahabat beliau,” ujar Imaam Yakhsyallah Mansur.
Imaam Yakhsyallah Mansur juga mengungkapkan bahwa Idul Fitri merupakan penghargaan Allah subahanahu wa ta’ala bagi hamba-hamba-NYa setelah melaksanakan shaum Ramadhan. Dengan Hari Raya Idul Fitri itu, umat Islam merasakan kebahagiaan.
Acara Apel Gabungan diakhiri dengan musafahah (bersalaman) sambil mendoakan “Taqabballallahu minna waminkum” kepada sesama peserta yang berjumlah ratusan orang.
Apel bersama dan silaturahmi Syawal ini menjadi agenda tahunan Jama’ah Muslimin (Hizbullah) sebagai sarana mempererat ukhuwah dan memperkuat kesiapan para para pimpinan dan staf dalam menjalankan amanah di masing-masing lembaga setelah menjalani libur 10 hari sebelum dan sesudah Ramadhan.
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.15 – 10.30 WIB di Masjid At-Taqwa Shuffah Cileungsi itu dilanjutkan dengan Tadrib Penyegaran Staf Maktab Aam hingga sore hari. Sementara itu, UAR juga menggelar konsolidasi pengurus pusat serta pembentukan panitia rapat kerja di Kantor Pusat UAR, Komplek Pondok Pesantren Al-Fatah Cileungsi, Kabupaten Bogor. [AM]






