Imaam Yakhsyallah Imbau Umat Perbanyak Amal di Awal Bulan Dzulhijjah

Bogor, NEROPONG.COM – Imaam Jama’ah Muslimin KH. Drs. Yakhsyallah Mansur mengimbau segenap kaum muslimin untuk memperbanyak amal shalih pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Menurut beliau, amalan pada hari-hari tersebut memiliki keutamaan yang sangat besar di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Imaam Yakhsyallah Mansur menyampaikan hal tersebut usai melaksanakan shalat Shubuh berjamaah di Masjid At Taqwa Pondok Pesantren Al-Fatah Cileungsi, Kabupaten Bogor, Senin 18 Mei 2026.

Mengutip Hadits Riwayat Bukhari, beliau mengatakan, “Tidak ada hari di mana suatu amal saleh lebih dicintai oleh Allah melebihi amal saleh yang dilakukan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya, lalu ia tidak kembali dengan membawa apa pun.”

Menurutnya, momentum awal Dzulhijjah hendaknya dimanfaatkan umat Islam untuk meningkatkan ibadah seperti shalat sunnah, puasa sunnah, membaca Al-Qur’an, berdzikir, bersedekah, hingga memperbanyak doa dan istighfar.

Terkait ibadah kurban, Imaamul Muslimin juga mengimbau agar umat Islam yang berniat menyembelih hewan kurban tidak memotong rambut dan kuku sejak masuk tanggal 1 Dzulhijjah hingga hewan kurbannya selesai disembelih.

“Ketika kita berniat berkurban, disunnahkan untuk tidak memotong rambut dan kuku sejak tanggal 1 Dzulhijjah hingga hewan kurban selesai dipotong,” ujarnya.

Jama’ah Muslimin (Hizbullah) juga telah menetapkan 1 Dzulhijjah 1447 H jatuh pada Senin, 18 Mei 2026 berdasarkan hasil rukyatul hilal dan hisab yang dilakukan Pusat Observasi Falak (POF) pada Ahad 17 Mei 2026 petang. Dengan demikian, pelaksanaan puasa Arafah jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026 dan Idul Adha pada Rabu, 27 Mei 2026.

Penetapan tersebut sejalan dengan keputusan pemerintah melalui sidang isbat yang digelar Kementerian Agama Republik Indonesia pada Ahad 17 Mei 2026.

Menteri Agama RI Nasaruddin Umar mengumumkan bahwa 1 Dzulhijjah 1447 H jatuh pada Senin, 18 Mei 2026, sehingga Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 H jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.

“Berdasarkan hasil pantauan hilal dan hisab disepakati bahwa tanggal 1 Dzulhijjah 1447 H jatuh Senin, 18 Mei 2026. Dengan demikian Idul Adha jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026,” ujar Menag Nasaruddin Umar dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Agama, Jakarta.

Imaamul Muslimin berharap kesamaan penetapan awal Dzulhijjah dan Idul Adha tahun ini dapat menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah serta memperkuat persatuan umat Islam dalam menjalankan syariat Islam secara berjamaah. [AM]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *