Menko Pangan Tinjau PSEL di Palembang, Solusi Atasi Sampah

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (dok: NEROPONG.COM)

Palembang, NEROPONG.COM – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat penanganan darurat sampah melalui penyederhanaan regulasi dan penguatan koordinasi lintas sektor.

Hal ini disampaikan saat meninjau progres pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kertapati, Palembang, dalam keterangan pers diterima, Sabtu 2 Mei 2026.

“Dengan jumlah penduduk mencapai 1,8 juta jiwa dan timbulan sampah sebesar 1.260 ton per hari, Palembang menjadi salah satu daerah prioritas dalam pengembangan pengolahan sampah berbasis teknologi,” kata Zulkifli.

PSEL Palembang sendiri ditargetkan dapat mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik sebesar 17,7 MW, dimana saat ini progres konstruksi telah mencapai 83 persen.

Menko Pangan menyebut, proyek ini sebagai tonggak penting karena menjadi salah satu penerapan teknologi insinerator modern pertama di Indonesia yang mampu mengolah sampah menjadi energi listrik, dengan teknologi insinerator modern yang bersih, tanpa bau dan tanpa racun.

Pembangunan proyek serupa sebelumnya kerap terhambat oleh kompleksitas regulasi yang memakan waktu panjang dan berbelit. Sebelumnya diperlukan 10 tahun karena proses yang rumit. Menko Pangan menegaskan, dengan Perpres baru, birokrasi dan penyelesaian penanganan sampah lebih cepat.

Melalui penyesuaian skema dari Perpres 35/2018 ke Perpres 109/2025, pemerintah menyederhanakan prosedur dengan mendorong pembagian peran yang lebih jelas antara swasta pengembang, Danantara, Pemerintah Daerah, dan PLN.

Skema pelaksanaan PSEL Palembang saat ini dalam proses peralihan kepada peraturan yang baru dengan target penyelesaian administratif dalam enam bulan ke depan.

Ia juga menekankan, pentingnya peran koordinasi berbagai pihak dalam mempercepat realisasi proyek. Sebelumnya terdapat kendala di regulasi yang rumit dan berputar-putar. Menko Pangan melakukan koordinasi agar bisa lebih sederhana dan proyek seperti ini bisa berjalan cepat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *