Ketua Umum UAR Sampaikan Terima Kasih atas Penghargaan Camat Lamba Leda Utara

Ketua Umum Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR), H. Endang Sudrajat, (Dok: Neropong.com)

Bogor | NEROPONG.COM – Ketua Umum Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR), H. Endang Sudrajat, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Plt. Camat Lamba Leda Utara, Amelianus Hardjonit, atas pemberian piagam penghargaan kepada Tim UAR yang telah melaksanakan misi kemanusiaan membantu penyintas gempa bumi Flores selama kurang lebih satu setengah bulan di Dusun Waso, Desa Satar Kampas, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Saya selaku Ketua Umum Ukhuwah Al-Fatah Rescue menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas pemberian piagam penghargaan oleh Plt. Camat Lamba Leda Utara Amelianus Hardjonit kepada Tim Ukhuwah Al-Fatah Rescue beberapa waktu lalu,” ujar H. Endang dalam keterangannya, Jumat 16 Oktober 2026.

Bacaan Lainnya

Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan tujuan pengabdian UAR di lokasi terdampak bencana. Menurutnya, sejak awal para relawan berangkat ke NTT hanya untuk membantu meringankan beban masyarakat terdampak gempa Flores yang terjadi pada 15 Agustus 2026.

“Sejak awal tim kami berangkat ke Flores dengan niat amal shalih untuk kemanusiaan, meringankan duka saudara-saudara kita yang terdampak gempa bumi di wilayah Manggarai Timur, NTT,” tegas H. Endang Sudrajat.

Kegiatan di Lokasi Pengungsian
Ketua Umum UAR lebih lanjut mengungkapkan, selama sekitar satu setengah bulan di lokasi pengungsian Dusun Waso, sebanyak 25 personel UAR telah melakukan berbagai kegiatan, mulai dari membantu evakuasi, pendirian tenda pengungsi, dapur umum, trauma healing, pengajaran baca tulis Al-Qur’an, pengobatan Thibun Nabawi (bekam/hijamah, fashdu dan lainnya), distribusi logistik, hingga pembangunan hunian sementara (huntara) bersama masyarakat dan pemerintah setempat.

Misi kemanusiaan yang dimulai sejak hari kedua pasaca gempa bumi M 7,7 Flores Utara tersebut ditutup dengan acara “Doa Bersama” masyarakat Desa Satar Kampas dan aparat pemerintah pada Sabtu malam, 3 Oktober 2026, dihadiri sekitar 500 orang. Dalam kesempatan itu, Plt. Camat Lamba Leda Utara, mengajak masyarakat menjadikan bencana sebagai momentum memperkuat keimanan, menjaga persaudaraan, dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Terima Penghargaan

Pada Senin, 5 Oktober 2026, sebelum enam relawan UAR terakhir meninggalkan Dusun Waso, mereka diundang Camat untuk menerima piagam penghargaan. Piagam diserahkan langsung oleh Camat Amelianus Hardjonit kepada Sekjen UAR Pusat, Muqarrobin Al Ayubi, yang mewakili tim, di Kantor Camat Lamba Leda Utara, Dampek, Desa Satar Padut.

Ketua Umum UAR mengaku amal shalih yang dilakukan para relawan di lokasi terdampak bencana masih jauh dari sempurna, masih banyak kekurangan. “Kami menyadari, apa yang kami lakukan masih banyak kekurangan. Namun piagam ini menjadi penyemangat besar bagi kami, bahwa kerja-kerja kecil kemanusiaan itu dilihat, dihargai, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan pemerintah,” ujarnya.

Dedikasikan Penghargaan untuk Para Relawan

Sebagai wujud penghargaan atas amal shalih yang telah dilakukan, Ketua Umum Ukhuwah Al-Fatah Rescue H. Endang Sudrajat mendedikasikan penghargaan tersebut kepada para relawan UAR di bawah Koordinator Daud Masang yang bekerja tanpa lelah, donatur, muhsinin, dan masyarakat Indonesia yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan terhadap misi kemanusiaan tersebut.

Apresiasi juga disampaikan kepada Pemerintah Kecamatan Lamba Leda Utara, para tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh masyarakat Kabupaten Manggarai Timur, NTT, khususnya di Dusun Waso, Desa Satar Kampas, yang telah menerima para relawan dengan baik seperti keluarga sendiri, selama menjalankan tugas kemanusiaan.

“Semoga ini menjadi penyemangat dan penguat ukhuwah kita. Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathaniyah, dan Ukhuwah Insaniyah,” ujar Ketua Umum UAR H. Endang Sudrajat.

Ia berharap jalinan persaudaraan dan kepedulian yang tumbuh selama masa tanggap darurat terus terpelihara. “Bencana boleh memporak-porandakan bangunan, tapi jangan pernah memporak-porandakan persaudaraan kita,” tegas H. Endang memungkas. [AM]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *