Manggarai Timur, NTT | NEROPONG.COM – Pelaksana Tugas (Plt.) Camat Lamba Leda Utara, Emilianus Hardjonit, mengajak penyintas gempa Flores di Dusun Waso, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, untuk menjadikan bencana sebagai momentum memperkuat keimanan, menjaga persaudaraan, dan lebih peduli terhadap lingkungan.
Pesan tersebut disampaikan Emilianus saat menyampaikan sambutan pada Penutupan Respon Tanggap Darurat Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) di Dusun Waso, Sabtu (3/10/2026) malam. Acara yang dirangkaikan dengan Doa Bersama dihadiri sekitar 500 warga, tokoh masyarakat, unsur pemerintah, aparat keamanan, lembaga pendidikan, lembaga agama, serta para relawan.
Emilianus menyebut tiga hikmah yang perlu direnungkan dari gempa Flores 15 Agustus 2026. Pertama, manusia ibarat debu di dunia, sangat lemah di hadapan Allah. Terbukti ketika terjadi bencana, semua orang berlarian mencari perlindungan.
“Oleh karenanya bencana seharusnya mendorong masyarakat semakin mendekatkan diri kepada-Nya, termasuk memperbanyak shalat,” ujarnya.
Kedua, lanjut Emilianus, bencana membuka mata bahwa banyak pihak hadir membawa kepedulian. Sebanyak 63 lembaga kemanusiaan pemerintah maupun nonpemerintah, hadir membersamai para penyintas.
“Menurut catatan saya ada 63 lembaga kemanusiaan pemerintah dan relawan, termasuk UAR, yang hadir membersamai para warga terdampak bencana dan menganggap penyintas sebagai saudara yang harus dibantu,” katanya.
Perenungan Ketiga, masyarakat harus semakin menjaga lingkungan, khususnya kawasan pantai dan hutan bakau. “Hentikan aktivitas penggalian pasir di pantai yang dapat merusak lingkungan,” tegas Emilianus di hadapan para warga yang duduk menghampar di lapangan terbuka.
Menurut Emilianus, kehadiran para relawan UAR sejak1,5 bulan lalu perlahan telah membangkitkan masyarakat dari keterpurukan. “Para warga Waso sekarang sudah mulai tertawa lebar, sebagai bukti bahwa kita sudah mulai bangkit,” ucapnya.
Ia mengapresiasi relawan yang meninggalkan keluarga dan menghadapi risiko gempa susulan bersama para penyintas. Emilianus juga menyampaikan apresiasi Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur kepada UAR atas kontribusinya dalam penanganan bencana di Lamba Leda Utara, khususnya Desa Satar Kampas.
Sebelumnya, Sekjen UAR Pusat, Muqarrobin Al Ayubi (Ayub), dalam laporannya menyampaikan sekitar 25 relawan dari berbagai daerah terlibat dalam misi kemanusiaan di Dusun Waso. “Alhamdulillah berbagai kegiatan telah kami lakukan di sini. Ada OpSAR, Kesehatan, Psikososial, dan Recovery atau rehab rekon,” jelasnya.
Mewakili Tim UAR, Muqarrobin menyampaikan permohonan maaf apabila selama sekitar satu setengah bulan pendampingan terdapat perkataan maupun sikap relawan yang kurang berkenan.
Sementara itu, tokoh Dusun Waso, Ustadz Jamaludin, mengungkapkan rasa syukur atas kehadiran UAR yang menurutnya tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga membantu memulihkan kondisi batin warga.
“Selama satu setengah bulan ini psikologi kami sangat terbantu oleh kehadiran para relawan UAR. Terima kasih banyak,” tuturnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah Dai Medan asal NTT, Dr. Kader Munir, S.Pd., M.Pd., yang menyampaikan tiga hikmah di balik bencana. Menurutnya bencana dapat menjadi ujian untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, menjadi peringatan bagi manusia yang lalai kewajiban terhadap Allah, serta menjadi adzab atas perbuatan maksiat manusia.
Kegiatan ditutup dengan Doa Bersama dipimpin Imam Dusun Waso. Sebelumnya acara berakhir UAR menyerahkan huntara kepada tujuh penerima manfaat, pukat kepada para nelayan, serta menghadiahkan perlengkapan bekam kepada peserta pelatihan yang digelar dua hari sebelumnya.
Kegiatan malam itu menjadi akhir perjuangan amal shalih kemanusiaan Tim UAR Korwil NTT yang didukung para pembina Wilayah dan Pusat serta para donatur lembaga dan individu.
Ketua Umum UAR H. Endang Sudrajat, S.T, M.T., menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel UAR yang terlibat dalam misi kemanusiaan membantu mayarakat terdampak gempa Flores, NTT.
“Alhamdulillah, jazakallah khair para ikhwan pejuang kemanusiaan. Hanya Allah yang akan membalas segala keikhlasan para relawan dalam amal shalih di pengungsian Dusun Waso. Barakallahu fiikum, tetap semangat,” kata H. Endang melalui pesan singkat, Ahad. [AM]





