Ustaz Bachtiar Nasir Serukan Indonesia Terlibat Aktif Global March to Gaza

Depok, Neropong.com – Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) mengungkapkan bahwa gagasan gerakan Global March to Gaza sebenarnya sudah ia rancang sejak pasca peristiwa 7 Oktober. Pada bulan Desember 2023, ia mulai bergerak dengan menginisiasi konvoi perdamaian bertajuk Indonesia Peace Convoy dan berkeliling ke berbagai kota di Indonesia.

“Gerakan ini awalnya direncanakan akan dimulai dari Pakistan, kemudian Malaysia, dan Turki,” kata Indonesia Peace Convoy (IPC), UBN, di Depok, Jawa Barat, Selasa 17 Juni 2025.

Bacaan Lainnya

Namun, menurut UBN, setelah melakukan komunikasi dengan sejumlah pihak, ternyata teman-teman dari Tunisia, Aljazair, Libya, dan Maroko justru yang paling antusias dan solid untuk bergerak bersama.

“Hal ini dimungkinkan karena secara geografis, negara-negara di kawasan tersebut lebih dekat dan akses darat mereka lebih memungkinkan untuk langsung menuju Gaza,” ungkapnya.

“Sementara itu, negara-negara seperti Indonesia, Pakistan, Malaysia, dan Turki membutuhkan armada kapal laut serta dukungan pemerintah untuk mewujudkan aksi kemanusiaan ini,” imbuhnya.

UBN menambahkan, di tingkat ulama, konsolidasi sudah dilakukan. Namun, ia berharap pemerintah dapat memberikan dukungan, baik melalui kapal-kapal militer maupun kapal sipil yang bisa disewa untuk mengangkut bantuan dan relawan.

Ia menyadari bahwa upaya ini tentu tidak mudah, namun sangat diperlukan.

Saat ini, gerakan dari Tunisia, Aljazair, Maroko, dan Libya telah mendapat perhatian dunia dan berkembang lebih cepat dari perkiraannya. Ia menyebut, seandainya persiapan dilakukan sejak 7 Oktober 2026, seharusnya konvoi bisa menembus Gaza melalui Mesir, Yordania, atau Suriah dengan melibatkan kekuatan masyarakat sipil dari berbagai negara.

UBN bersyukur atas perkembangan pesat gerakan ini dan berharap Indonesia dapat berperan aktif, memberikan semangat, serta tidak tinggal diam terhadap kejahatan kemanusiaan yang terjadi di Gaza. Ia menegaskan bahwa dunia tidak boleh diam, Zionis harus dihukum, dan Netanyahu harus dipenjarakan.

“Genosida harus dilawan, dan melalui gerakan masyarakat sipil internasional, seluruh dunia harus bersatu untuk memperjuangkan keadilan di Gaza,” pungkas UBN.

Krisis kemanusiaan di Gaza, Palestina, merupakan tragedi berkepanjangan yang menuntut perhatian serius dunia. Blokade yang diberlakukan telah menyebabkan banyak bayi dan anak Gaza mati kelaparan dan gizi buruk, kelumpuhan ekonomi, keterbatasan akses bantuan, serta penderitaan mendalam bagi jutaan rakyat sipil yang tidak berdosa.

Salah satu bentuk kepedulian itu adalah melalui gerakan Indonesia Peace Convoy yang akan menjadi bagian dari gerakan global untuk menembus blokade Gaza dengan misi kemanusiaan dan solidaritas.

Melalui konvoi damai ini, kita ingin membawa pesan bahwa masyarakat sipil dunia tidak tinggal diam, dan Indonesia berdiri bersama Palestina..[]

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *