Al Ma’sharawy Al Alamy Hadir di Indonesia Jadikan Pusat Guru Qur’an Bersanad

oppo_1026

Jakarta, Neropong.com – Syeikh Dr. Ahmad Isa Al-Ma’sharawi adalah ulama langka yang memiliki ijazah tertinggi di bidang qiroat dan pengajian islam, ulama terkemuka Mesir dan pakar qiraat dunia akan menjadikan Indonesia sebagai pusat penyebaran ilmu kiraat dan sanad Al-Qur’an.

Demikian dikatakan Ustad Bachtiar Nasir pimpinan Ar-Rahman Qur’anic Learning (AQL) Islamic Center dan aktif dalam berbagai kegiatan dakwah dan kajian Al-Quran di dalam konferensi pers di Kampus Yarsi, Jakarta Pusat, Rabu 13 Agustus 2025.

Bacaan Lainnya

“Saat ini, beliau berdomisili di Qatar dan telah lama memperhatikan potensi besar umat Islam di Indonesia. Di setiap lomba internasional, peserta dari Indonesia selalu masuk empat besar, bahkan juara pertama,” ujarnya.

Tetapi kata Ustaz Bachiar, masih kekurangan literasi qur’an, khususnya dalam bidang qiraat dan sanad, yaitu silsilah bacaan yang bersambung hingga Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

“Keputusan mendirikan lembaga tersebut di Indonesia diambil setelah melihat antusiasme masyarakat luar biasa untuk belajar quran. Dalam tiga hari pendaftaran seminar internasional yang digelar, jumlah peserta telah mencapai 1.400 orang, padahal acara masih satu pekan lagi,” imbuhnya.

Lembaga Al Masharawiy Al alamy ini akan memfokuskan pada peningkatan kualitas para penghafal Al-Qur’an di Indonesia, tidak hanya dari segi hafalan, tetapi juga pemahaman bacaan, penguasaan ilmu qiraat, dan sanad yang bersambung hingga Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

Untuk mempelajari ilmu ini, seorang peserta harus menguasai 30 juz Al-Qur’an dan memahami riwayat bacaan yang umum di Indonesia, yaitu riwayat Hafsh, sebelum melanjutkan ke 7 bahkan 10 qiraat.

Metode pembelajaran akan menekankan talaqqi dan musyafahah—yaitu pertemuan langsung dengan guru, penyampaian bacaan secara verbal, serta koreksi langsung di tempat.

Target awal dalam lima tahun ke depan adalah mencetak 1.000 guru Qur’an yang memiliki sanad kuat. Guru-guru ini diharapkan dapat ditempatkan di berbagai daerah, sebagaimana Rasulullah SAW menempatkan para qari di kota-kota penting seperti Makkah, Madinah, Kufah, Basrah, Syam, dan Yaman.

“Harapannya, kekuatan Islam di Indonesia sebagai negara Muslim terbesar dunia bisa dibarengi dengan literasi Qur’an yang kokoh,” tambahnya.

Bagi KH Bachtiar Nasir yang juga mempelajari tadabur Al-Quran. “Saya tidak mau satu malam pun terpisah dari Al-Qur’an, dimanapun berada. Hidup tanpa terhubung dengan langit, bagi saya, adalah sia-sia,” tegasnya.

Dengan latar belakang yang kuat dan visi yang jelas, pendirian lembaga ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran Indonesia sebagai pusat penyebaran ilmu Qur’an bertaraf internasional. []

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *