Israel Perlakukan Hina Relawan, Cium Lantai dengan Tangan Terikat

Aktivis dalam Misi pelayaran menembus blokade Gaza saat ditangkap dan ditahan tentara Zionis Israel. Photo: (Cuplikan layar IG HumantiProject)

Tel Aviv, NEROPONG.COM – Israel memperlakukan secara hina sekitar 430 relawan misi kemanusiaan ke Jalur Gaza, Armada Global Sumud, mereka tangkap di perairan internasional Laut Mediterania Senin lalu dan kemarin. Demikian Albalad.co, Rabu, 20 Mei 2026.

Di antara ratusan aktivis itu, terdapat sembilan warga Indonesia ikut ditangkap pasukan Israel, termasuk empat wartawan.

Bacaan Lainnya

Yediot Ahronot berbahasa Ibrani merilis foto hari ini memperlihatkan para relawan itu dikumpulkan dalam sebuah bangunan di pelabuhan Kota Ashdod, Israel selatan, dipaksa mencium lantai dengan tangan diikat ke depan dan belakang.

Perlakuan ini berlawanan dengan pernyataan staf urusan pers internasional Israel Defense Forces (IDF) Lihi kepada Albalad.co hari ini. Dia menyebut negaranya memperlakukan para relawan ditangkap, termasuk sembilan asal Indonesia, secara terhormat.

Dua menteri Israel, Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan Menteri Transportasi Miri Regev, datang ke pelabuhan Ashdod untuk melihat ratusan relawan Armada Global Sumud sudah ditangkap.

Seraya mengibarkan bendera Israel, Ben Gvir meminta kepada Perdana Menteri Benyamin Netanyahu agar ratusan relawan itu dipenjara untuk waktu lama. “Perkemahan musim panas telah berakhir,” katanya kepada ratusan relawan kemanusiaan ditangkap itu. “Siapa saja bertindak melawan Israel akan menghadapi negara bertekad kuat. Rakyat Israel masih hidup.”

Sedangkan Miri Regev menuding 50-an kapal berlayar dalam Armada Global Sumud membawa narkotik. “Mereka adalah pendukung teroris kecanduan narkotik dan alkohol,” ujarnya. “Mereka tidak membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza dan mereka ingin melanggar perbatasan Israel.”

Sembilan relawan dari Indonesia ditangkap dalam dua kesempatan terpisah saat kapal mereka tumpangi tengah berlayar di Laut Mediterania.

Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat (kapal Josef), wartawan Republika Bambang Noroyono (kapal BoraLize), serta fotografer Republika Thoudy Badai Rifan Billah, wartawan TV Tempo Andre Prasetyo, koresponden iNews TV, Berita1, dan CNN Nugroho Rahendro Herubowo (kapal Ozgurluk) ditangkap Senin lalu.

Sedangkan Herman Budianto Sudarsono dan Ronggo Wirasanu dari Dompet Dhuafa (kapal Zapyro) serta Asad Aras Muhammad dari Spirit of Aqsa dan Hendro Prasetyo dari Smart 171 (kapal Kasr-1) diculik kemarin.

Sumber: Albalad.co

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *