BOGOR | NEROPONG.COM – Keluarga besar lembaga kemanusiaan dan kebencanaan Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya relawan Ahmad Zaki Ali (41) sekaligus founder komunitas Gerak Bareng Jakarta, saat menjalankan misi kemanusiaan di Nusa Tenggara Timur (NTT), Jum’at 21 Agustus 2026.
Ahmad Zaki Ali meninggal sekitar pukul 17.00 WITA saat sedang menjalankan misi kemanusiaan menyalurkan bantuan yang dihimpun dari masyarakat untuk para penyintas bencana di wilayah Reok dan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai, NTT. Diduga ia meninggal akibat serangan jantung atau kelelahan sktrem setelah enam hari mendistribusikan logistik di medan bencana.
Kabar duka tersebut turut menyelimuti komunitas kemanusiaan yang selama beberapa hari terakhir bersama-sama memberikan bantuan dari para donatur kepada masyarakat terdampak bencana gempa bumi Magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur.
Ketua Umum UAR, H. Endang Sudrajat, S.T., M.T., mewakili keluarga besar Ukhuwah Al-Fatah Rescue, menyampaikan belasungkawa sekaligus penghormatan atas dedikasi Ahmad Zaki Ali dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
“Atas nama keluarga besar Ukhuwah Al-Fatah Rescue, kami menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya saudara kita, Ahmad Zaki Ali. Beliau meninggal dunia dalam keadaan sedang menjalankan misi kemanusiaan membantu para penyintas bencana di NTT,” ujar H. Endang Sudrajat, dalam keterangannya, Jum’at (21/8/2026)
Ia menambahkan, “Semoga pengabdian, perjuangan dan setiap bantuan (donasi) yang telah beliau salurkan kepada masyarakat menjadi amal shalih yang diterima Allah Subhanahu wa Ta’ala. Diampuni segala segala dosa dan khilafnya, ditempatkan di sisi-Nya terbaik, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan.”
Menurut Endang, kepergian Ahmad Zaki menjadi pengingat bagi seluruh relawan bahwa menjaga keselamatan dan kesehatan diri merupakan hal yang sangat penting dan tidak terpisahkan dari tugas kemanusiaan.
Karena itu, ia secara khusus berpesan kepada para relawan Ukhuwah Al-Fatah Rescue yang saat ini sedang menjalankan tugas kemanusiaan membantu para penyintas bencana di NTT, agar senantiasa memperhatikan kondisi diri dan rekan satu tim.
Sejak status Tanggap Darurat Bencana diberlakukan pemerintah Nusa Tenggara Timur, Ukhuwah Al-Fatah Rescue langsung menurunkan tim relawan pada Ahad 16 Agustus 2026. Sebanyak tujuh personel UAR Korwil NTT di bawah pimpinan Daud Masang memberikan berbagai bantuan kepada warga terdampak bencana di Maumere.
Guna lebih luas memberikan layanan kemanusiaan, pimpinan pusat UAR rencananya akan menambah jumlah personel yang diturunkan di lokasi bencana.
“Di tengah semangat membantu masyarakat terdampak, hendaknya kita selalu ingat bahwa keselamatan dan kesehatan relawan adalah bagian penting dari respons kemanusiaan. Kita tidak akan dapat membantu orang lain dengan baik apabila kondisi kita sendiri tidak terjaga,” ujarnya.
Oleh karenanya Ketua Umum UAR mengingatkan para relawan untuk menjaga waktu istirahat, mencukupi kebutuhan makan dan minum, serta memperhatikan kondisi fisik maupun mental selama berada di lokasi bencana.
“Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjaga seluruh relawan yang sedang bertugas dan memberikan kekuatan kepada mereka untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Meninggalnya Ahmad Zaki Ali saat giat kemanusiaan juga mendapat perhatian dan belasungkawa dari sejumlah organisasi kemanusiaan, di antaranya Serumpun Humanitarian Alliance for Relief and Emergency (SHARE) dan Rescue Alfa Humanity. Mereka mengenang Ahmad Zaki sebagai sosok baik yang memiliki kepedulian besar terhadap kerja-kerja kemanusiaan.
“Saya bersaksi bahwa beliau orang baik. Banyak masyarakat yang sudah dibantu oleh beliau. Semoga husnul khatimah,” ucap relawan SHARE dalam pesan singkatnya. [AM]





