Pembina UAR Apresiasi Mudzakarah Bahas Konflik Timur Tengah

H. Bustamin Uce

BOGOR, Neropong.Com – Pembina Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) sekaligus Penasihat Imaamul Muslimin, H. Bustamin Uce, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan mudzakarah yang membahas konflik Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang digelar Majelis Ukhuwah Pusat (MUP) bersama UAR di Kampus STAI Al-Fatah, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Sabtu (7/3/2026).

Dalam keterangan yang diterima Senin (9/3/2026), Bustamin Uce menyebut kegiatan tersebut sebagai forum penting bagi umat Islam untuk memahami perkembangan konflik global serta merumuskan sikap yang bijak dan strategis.

Bacaan Lainnya

“Saya mengucapkan selamat kepada Amir MUP dan tim UAR yang telah menyelenggarakan mudzakarah ini. Semoga menjadi amal ibadah di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujarnya.

Meski dalam kondisi kurang sehat, Bustamin mengaku tetap mengikuti jalannya acara secara daring melalui Zoom dari kediamannya. Ia menyimak seluruh rangkaian acara mulai dari pembukaan hingga penutupan acara.

Menurutnya, para narasumber yang dihadirkan dalam diskusi tersebut memiliki kompetensi dan mampu memberikan perspektif yang luas mengenai dinamika konflik di Timur Tengah.

“Alhamdulillah saya mengikuti dari awal hingga akhir. Para pembicara sangat luar biasa, termasuk penjelasan Imaam tentang perbedaan latar budaya Arab dan Persia yang turut memengaruhi dinamika kawasan,” kata Bustamin yang akrab disapa Haji Amal.

Forum mudzakarah tersebut digelar sebagai respons atas meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Republik Islam Iran sejak akhir Februari 2026.

Kegiatan yang berlangsung sekitar empat jam itu menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Imaam Yakhsyallah Mansur, Asep Faturrahman, Aat Surya Syafaat, Rifa Berliana, dan Wawan Ruswandi. Para pembicara membahas berbagai aspek konflik, termasuk dampaknya terhadap umat Islam dan stabilitas global.

Dari diskusi tersebut, forum menghasilkan sejumlah kesimpulan dan rekomendasi. Di antaranya mengecam agresi militer AS dan Israel terhadap Iran yang dinilai melanggar hukum internasional, serta mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak konflik global.

Selain itu, forum juga mengimbau umat Islam agar tidak terpecah oleh isu perbedaan mazhab seperti Sunni dan Syiah, melainkan bersatu dalam membela kepentingan umat serta mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina dan pembebasan Masjid Al-Aqsa.

Mudzakarah juga merekomendasikan agar Jama’ah Muslimin (Hizbullah) menyampaikan seruan kepada negara-negara Arab untuk memperkuat persatuan serta tidak menjadikan negara yang memusuhi Islam sebagai sekutu atau teman.

Di sisi lain, masyarakat diimbau memperkuat ketahanan pangan keluarga sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan dampak konflik global, misalnya dengan menanam sayuran di lingkungan rumah serta menyediakan stok pangan secukupnya tanpa “ panic buying” atau pembelian secara berlebihan. []

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *