Jakarta, Neropong.com – Ketua MUI Bidang Fatwa Prof KH Asrorun Ni’am Sholeh menekankan perlunya perbaikan berkelanjutan dalam siaran program Ramadhan.
Ulama yang akrab disapa Prof Niam ini merasa bersyukur adanya trend perbaikan dalam hasil pemantauan 10 hari pertama siaran Ramadhan 1447 H yang dilakukan MUI bersama KPI.
Prof Ni’am mengatakan, tidak ada orang yang sempurna, hanya saja ada orang yang menuju kesempurnaan.
Prof Ni’am menjelaskan, orang yang menuju kesempurnaan tersebut merupakan orang yang beruntung karena memiliki komitmen perbaikan untuk bisa lebih baik dibandingkan hari kemarin.
“Ini trendnya lebih baik. Kita meneguhkan mukmin terbaik. Mukmin tidak terjerumus lubang yang sama dua kali. Kita memiliki kemungkinan salah, termasuk produser,” kata Prof Ni’am di Aula Buya Hamka, Kantor MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis 5 Maret 2026.
Guru Besar Ilmu Fikih UIN Jakarta ini justru mempertanyakan apabila seseorang, termasuk produser, tidak melakukan kesalahan. Sebab, ada dua kemungkinan orang melakukan kesalahan.
“Pertama, nabi dan malaikat. Kedua, tidak pernah berbuat apa-apa. Sebaik-baiknya orang salah satunya yang pernah memperbaiki kesalahan. Setiap produser pernah salah, tetapi sebaik-baiknya produser yang salah terus memperbaiki,” tegasnya.
Pengasuh Pondok Pesantren An-Nahdlah, Depok, Jawa Barat ini menerangkan upaya memperbaiki dalam menilai benar dan salah tidak bisa dilakukan hanya diri sendiri.
Dalam konteks ini, lanjutnya, pengawasan siaran Ramadhan dilakukan pengawasan oleh MUI sebagai bagian dari mekanisme muhasabah.
“Yang dilakukan MUI jika baik kita kabarkan ke publik agar menjadi teladan agar orang lain bisa mengambil kebaikan yang didesain lembaga penyiaran, sehingga akan dapat manfaatnya, baik manfaat dunia terlebih akhirat,” ujarnya. []






