Home » Berita » Nasional » Satu Personil Tim INASAR Asal Lampung Ikut Ops SAR Gempa Bumi Myanmar

Satu Personil Tim INASAR Asal Lampung Ikut Ops SAR Gempa Bumi Myanmar

Redaksi 06 Apr 2025 286

Lampung, Neropong.com – Frans Herianto Panjaitan asal Gedong Tataan, Pesawaran Lampung merupakan salah satu dari 73 anggota Tim Inasar (Tim INA-01) yang diberangkatkan pemerintah Indonesia untuk melakukan misi pencarian dan pertolongan pada bencana gempa bumi yang terjadi di Myanmar.

Dilepas oleh Kepala Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto didampingi Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan, dan Kesiapsiagaan Laksda TNI R. Eko Suyatno, 73 personel INASAR menuju lokasi terdampak gempa di Myanmar, Selasa 1 April 2025 lalu.

Wartawan EdunesiaNews berhasil mewawancarai Frans, Sabtu, 5 April 2025 melalui whatsapp. Saat ini Frans sudah melaksanakan Operasi Pencarian dan Pertolongan di Myanmar selama lima hari ini sejak keberangkatannya.

Alumni D3 Keperawatan Akper Poltekkes Tanjung Karang 2013 dan S1 Keperawatan Malahayati 2017 yang akrab disapa Ucok ini berangkat bersama Tim INA-01 yang telah lulus dan Qualified Medium Class pada 2019. Tim yang sudah dapat memberikan perbantuan international terhadap negara-negara terdampak Bencana dibawah PBB.

Sejak Kuliah D3, Frans yang lahir di Pesawaran 21 Juli 1992 ini sudah tertarik di bidang kemanusiaan. Dia aktif mengikuti kegiatan-kegiatan kampus seperti Siaga Brigade Bencana dan standby medis di posko-posko mudik yang dibentuk oleh kampus dan pernah mengikuti pelatihan yang diadakan oleh Basarnas. Dari situlah kemudian Frans termotivasi untuk bergabung bersama Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung pada Februari 2014.

Tim INA-01 terbagi menjadi beberapa komponen yaitu komponen Manajemen, Search, Rescue, Medis dan Logistik. Frans dengan latar belakang pendidikan keperawatan tergabung dalam komponen Medis. Tugasnya selama di Myanmar adalah memastikan semua personil INA-01 sehat dan siap untuk bertugas dan memberikan perawatan kepada personil yang sakit atau cidera juga korban gempa yang ditemukan tim dalam proses pencarian dan pertolongan.

Frans yang sejak 2019 lalu sudah mendapat gelar profesi Ners ini juga pernah ikut berperan dalam Operasi Pencarian dan Pertolongan hilangnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 (2021). Saat ini bersama tim, Frans sudah melakukan Ops SAR selama 5 hari di Myanmar, sementara lama penugasan tim INA-01 adalah selama dua pekan. Bersyukur, istrinya, Ade Septia Lumban Gaol mendukung tugas suaminya yang bersamanya telah memiliki seorang putri bernama Geona Audrey Panjaitan.

“Kegiatan sudah dimulai dari hari awal kedatangan. Kami berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan juga Tim SAR berbagai negara yang sudah tiba. Setelahnya kami langsung melakukan assasment wilayah yang akan dilakukan pencarian,” katanya.

Selama bertugas di daerah bencana luar negeri ini, yang perlu diperhatikan menurut Frans adalah aspek komunikasi dan kolaborasi pada pihak berwenang dalam hal ini komunikasi dengan Fire Brigade Myanmar terutama dalam menentukan area terdampak.

“Juga berkolaborasi dengan tim Urban SAR International lain yang mempunyai tujuan sama yaitu mencari dan menolong korban gempa bumi Myanmar,” katanya.

Tugasnya Frans memang difokuskan untuk memonitor kesehatan tim INA-01 dan korban yang berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh INA-01. “Karena kalau untuk perbantuan kesehatan kepada negara terdampak itu merupakan tugas EMT (Emergency Medical Team) bang. Tapi kalau ada yang datang ke posko tenda kita, kita tangani sesuai dengan kemampuan kita,’ ujarnya.

Setiap hari, Frans bersama tim kesehatan memulai kegiatan pagi hari dengan pengecekan kesehatan personil pukul 07.00 waktu setempat. Setelah briefing pukul 08.00 tim akan berangkat menuju lokasi terdampak gempa. INA-01 bertugas di Dsitrik Naypyidaw setiap harinya mulai pagi sampai menjelang malam baru kembali ke Base of Operation (BOO).

Hingga saat ini, menurut Frans, tim INA-01 telah berhasil menemukan 5 korban gempa Myanmar dengan kondisi Meninggal Dunia.

Frans juga menceritakan respon masyarakat Myanmar di Naypyidaw sangat baik terhadap kedatangan INA-01. “Respon masyarakat terhadap kedatangan kita baik, ramah dan murah senyum,” ujarnya.

Meskipun begitu, cuaca yang panas merupakan salah satu kesulitan yang dihadapi oleh rekan-rekan tim rescue. “Suhu bisa mencapai 41 derajat, sehingga menjadi perhatian khusus untuk kami tim medis guna mencegah terjadi nya heat stroke kepada rekan-rekan tim rescue yang bekerja,” papar Frans.

Frans berharap keikutsertaan nya dalam misi pencarian dan pertolongan korban gempa bumi di Myanmar ini memberikan dampak positif kepada negara terdampak dan ke depan dapat meningkatkan hubungan baik Myanmar dengan Indonesia. []

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Kabar Gembira, BPJPH Buka Kuota 1,35 Juta Sertifikasi Halal Gratis 2026 bagi UMK

Redaksi

05 Jan 2026

Jakarta, Neropong.com – Kabar gembira di awal tahun 2026 ini bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di seluruh Indonesia. Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Republik Indonesia kembali membuka kuota Sertifikasi Halal Gratis atau SEHATI Tahun 2025. Kuota sebanyak 1,35 juta sertifikat halal gratis tersebut merupakan bentuk fasilitasi pemerintah bagi pelaku UMK di seluruh …

Muhammadiyah Minta Semua Pihak Fokus Hadapi Bencana, Jangan Dibawa Politis

Redaksi

20 Des 2025

Jakarta, Neropong.com Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengajak semua pihak untuk fokus dalam menanggulangi pascabencana hidrometeorologi banjir bandang hingga longsor yang sporadis di tiga provinsi Pulau Sumatra–Aceh, Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar). Dia pun meminta semua pihak berempati, dan tak mengambil sikap politik dalam penanggulangan pascabencana, di mana pencarian korban masih berlangsung dan …

MUI DKI Jakarta Dirikan Pusat Layanan Kesehatan dan Pemberdayaan Keluarga

Redaksi

11 Des 2025

Jakarta, Neropong.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta melalui Bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga (PRK–MUI) meluncurkan program strategis berupa pendirian Pusat Layanan Kesehatan dan Pemberdayaan Keluarga MUI DKI Jakarta bekerja sama dengan Klinik Utama Asshomadiyah Health Care. Peluncuran ditandai dengan penandatanganan MoU pada 9 Desember 2025, berbarengan dengan Rapat Paripurna MUI DKI Jakarta. …

Kemenag Raih Dua Penghargaan dari KPK di Hari Antikorupsi Sedunia 2025

Redaksi

11 Des 2025

Jakarta, Neropong.com Kementerian Agama mencatat dua capaian penting pada Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA) 2025 yang digelar di Kantor Gubernur DIY, Selasa 9 Desember 2025. Selain meluncurkan Seri Buku Pendidikan Antikorupsi lintas agama hasil kolaborasi dengan KPK, Kemenag juga meraih dua penghargaan nasional atas kontribusinya dalam penguatan integritas di masyarakat. Penghargaan pertama diberikan kepada Kementerian …

Peduli Sumatera dan Palestina, BWI Gelar Waqf Run 2025

Redaksi

09 Des 2025

Jakarta, Neropong.com – Sebagai wujud kepedulian pada sesama, Badan Wakaf Indonesia (BWI) menggelar Wakaf Fun Run (Waqf Run) 2025 untuk menghimpun wakaf uang dan donasi bagi korban bencana di Sumatera dan untuk rakyat Palestina. Kegiatan yang akan diikuti 2.500 peserta dari semua lapisan masyarakat itu bertema “Berlari, Berwakaf, Peduli Palestina” berjarak tempuh lima kilometer (5K) …

Ijtima’ Ulama MUI DKI Soroti Tantangan Fatwa di Era Global, Ulama–Umara Diminta Perkuat Sinergi

Redaksi

27 Nov 2025

Jakarta, Neropong.com — Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa MUI DKI Jakarta 2025 dibuka di Sofyan Hotel Cut Meutia, Cikini, Jakarta, Rabu 26 November 2025, dengan penekanan pada urgensi pembaruan fatwa agar mampu menjawab persoalan umat di tengah derasnya perubahan zaman. Forum yang mengusung tema “Fatwa Sebagai Pilar Peradaban Kota dan Penyangga Keutuhan Bangsa” ini mempertemukan para …