Tutup Celah Penipuan Umrah, Tiga PPIU Ini Resmi Jadi Pionir Escrow Account di Indonesia

JAKARTA | NEROPONG.COM – Konsorsium tiga Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), yakni Kias Travel, Arfa Tours, dan Rahmah Travel, mencatatkan sejarah baru di industri umrah Indonesia.

Ketiganya resmi menjadi pionir penerapan layanan Escrow Account bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI), sebagai sistem perlindungan dana jemaah dari risiko penyalahgunaan maupun penipuan.

Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan di sela penyelenggaraan International Islamic Expo 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Selatan, Minggu 28 Juni 2026.

Kerja sama ini menjadi salah satu terobosan penting dalam membangun sistem perlindungan dana jemaah sekaligus menutup celah terjadinya praktik penipuan yang selama ini masih membayangi industri perjalanan umrah.

Melalui skema Escrow Account, dana yang disetorkan jemaah untuk pembelian paket umrah tidak langsung diterima oleh pihak travel.

Dana tersebut terlebih dahulu disimpan dan dikelola secara aman oleh Bank Syariah Indonesia sebagai pihak ketiga.

Dana baru akan dicairkan kepada biro perjalanan setelah layanan umrah benar-benar diberikan sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati.

Dengan demikian, apabila layanan belum diterima oleh jemaah, dana tetap berada dalam rekening penampungan dan tidak dapat digunakan oleh pihak travel.

Skema ini diharapkan mampu memberikan rasa aman yang lebih besar kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap penyelenggara perjalanan ibadah umrah.

Direktur Utama Rahmah Travel, Rochim Ramadhani mengatakan kehadiran layanan Escrow Account merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan dalam memberikan perlindungan maksimal kepada para jemaah.

“Sudah saatnya kita menutup semua celah penipuan dalam industri umrah. Kasus-kasus yang terjadi selama ini sungguh sangat menyedihkan. Niat suci jemaah untuk beribadah justru dikhianati oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Ini tidak bisa lagi dibiarkan,” ujar Rochim.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat merupakan fondasi utama dalam industri umrah.

“Karena itu, seluruh penyelenggara perlu menghadirkan sistem yang mampu menjamin keamanan dana sekaligus memberikan kepastian keberangkatan kepada jemaah,” ucap Rochim.

Sementara itu, Direktur Utama Kias Travel, Muhammad Khairi menambahkan hadirnya layanan Escrow Account merupakan bentuk dukungan PPIU terhadap pemerintah.

“Kami tahu, saat ini pemeritah melalui Kementerian Haji dan Umrah tengah berupaya menghadirkan tata kelola perlindungan jemaah yang lebih baik, berkaca dari kasus yang sedang hangat sekarang. Maka kami juga ambil inisiatif ini sebagai wujud dukungan terhadap pemerintah,” tandas Khairi.

Di samping itu, Khairi juga menyebut bahwa layanan Escrow Account ini sejalan dengan hasil kajian Tim Kuasa Hukum Korban Umrah pada Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi III DPR RI beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Vice President of Islamic Ecosystem BSI, Ayun Kurniawan menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan Kias Travel, Arfa Tours, dan Rahmah Travel.

Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi contoh sinergi yang baik antara industri perbankan syariah dan penyelenggara perjalanan ibadah dalam meningkatkan tata kelola serta perlindungan konsumen.

“Ini merupakan terobosan yang sangat baik. Kami mengapresiasi langkah yang dilakukan tiga travel ini karena menunjukkan komitmen untuk memberikan rasa aman kepada jemaah,” katanya.

Ayun menegaskan, BSI terbuka untuk menjalin kerja sama serupa dengan biro perjalanan umrah lainnya yang ingin menghadirkan sistem perlindungan dana bagi para jemaah.

Bagi calon jemaah, keberadaan mekanisme ini menjadi jaminan bahwa dana yang mereka setorkan tetap aman hingga hak mereka untuk memperoleh layanan ibadah benar-benar dipenuhi.

Dengan demikian, semangat beribadah tidak lagi dibayangi kekhawatiran menjadi korban penipuan atau gagal berangkat akibat penyalahgunaan dana.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *