UAR Menjadi Wakil Indonesia di Ajang SAR Internasional IISAR 2026

TANGERANG, NEROPONG.COM – Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) kembali mengukir kebanggaan dengan dipercaya menjadi salah satu wakil Indonesia pada ajang Indonesia International Search and Rescue Exhibition, Forum, and Challenge (IISAR) 2026 yang berlangsung di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Tangerang, Kamis–Ahad (9 – 12/7/2026).

Keikutsertaan UAR dalam forum SAR internasional tersebut menjadi pengakuan atas kiprah organisasi kemanusiaan yang selama lebih dari dua dekade aktif dalam berbagai operasi pencarian dan pertolongan, penanggulangan bencana, serta penguatan kapasitas relawan di Indonesia.

UAR mengirimkan enam personel terlatih yang dipimpin Fatur Rohman, didampingi Wali Al Jabar, Alghi, Huzaimah, Yusuf, dan Alfin. Mereka didampingi Pengurus Pusat UAR Endang Sudrajat, Muqarrobil Al Ayubi, Tri Habibie, dan Hayatdin. Turut hadir pula perwakilan MUP Agus Makmun dan Nurul Priansah.

Pada seremoni pembukaan, Tim UAR mengikuti parade bersama delegasi SAR dari berbagai negara sebelum mengunjungi berbagai booth pameran yang menampilkan inovasi teknologi dan peralatan SAR dari TNI, Polri, Basarnas, BNPB, PT Astra, serta berbagai perusahaan dan lembaga pendukung operasi SAR.

Rangkaian kegiatan selanjutnya diisi dengan technical meeting, forum internasional, serta sesi berbagi pengalaman antarorganisasi SAR dari berbagai negara mengenai penanganan bencana, operasi penyelamatan, inovasi teknologi, hingga penguatan koordinasi lintas negara.

Dalam sambutannya, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menegaskan bahwa forum IISAR lahir dari kesadaran bahwa bencana dapat terjadi kapan pun dan di mana pun sehingga membutuhkan kolaborasi global.

“Kehadiran bapak dan ibu merupakan kehormatan sekaligus bukti nyata bahwa kemanusiaan tidak mengenal batas negara, batas wilayah, bahasa maupun budaya. Dalam setiap operasi pencarian dan pertolongan, menyelamatkan kehidupan manusia merupakan kepentingan utama,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan belasungkawa atas gempa berkekuatan 7,5 magnitudo yang melanda Venezuela. Juga Gempa di Singapura pada 2023 dan 2024.

Menurutnya, kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa setiap negara harus terus memperkuat kesiapsiagaan serta membangun kerja sama internasional dalam menghadapi situasi darurat.

Karena itu, Basarnas menginisiasi penyelenggaraan IISAR dengan semangat “Building the Future of Global Search and Rescue”, yaitu membangun masa depan SAR dunia melalui kolaborasi antara pemerintah, organisasi SAR, dunia usaha, akademisi, industri, dan pengembang teknologi.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno yang membuka secara resmi IISAR 2026 menyampaikan bahwa tantangan kemanusiaan pada masa kini semakin kompleks sehingga tidak mungkin dihadapi oleh satu negara atau satu lembaga saja.

Menurutnya, perkembangan perubahan iklim, meningkatnya mobilitas masyarakat, serta tingginya potensi bencana menuntut hadirnya sistem pencarian dan pertolongan yang semakin profesional, adaptif, dan didukung teknologi modern.

“IISAR bukan sekadar pameran, tetapi menjadi ruang kolaborasi dunia untuk memperkuat kapasitas SAR, membangun jejaring internasional, serta meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam memberikan pelayanan kemanusiaan yang semakin cepat, tepat, dan profesional,” ungkapnya.

IISAR 2026 diikuti sekitar 28 negara serta berbagai organisasi internasional, seperti International Civil Aviation Organization (ICAO), International Maritime Organization (IMO), dan United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (UN OCHA).

Forum ini juga melibatkan berbagai kementerian dan lembaga nasional, di antaranya Basarnas, BNPB, Kementerian Kehutanan, KNKT, AirNav Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Digital, TNI, Polri, serta organisasi potensi SAR nasional seperti PMI, ORARI, Senkom Mitra Polri, MDMC, Baguna, serta berbagai organisasi kemanusiaan lainnya.

Ketua Umum UAR H. Endang Sudrajat mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan Basarnas kepada UAR untuk menjadi bagian dari forum internasional tersebut.

“Keikutsertaan ini merupakan amanah yang harus dijaga dan disyukuti. Kami ingin seluruh personel UAR memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar, memperluas wawasan, membangun jejaring internasional, dan menyerap perkembangan teknologi SAR terbaru sehingga sepulang dari IISAR dapat meningkatkan kualitas pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat,” ujarnya.[AM]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *